Kucing Merah Kalimantan Terekam Kamera di Taman Nasional Kayan Mentarang
Kucing merah Kalimantan (Catopuma badia), satwa endemik langka Borneo, kembali terlihat melalui rekaman kamera pengintai di Taman Nasional Kayan Mentarang, Malinau, Kalimantan Utara, dilansir dari Detik Travel.
Temuan ini disambut positif oleh pegiat konservasi karena menandai bahwa kawasan hutan tersebut masih mendukung kelangsungan hidup spesies yang terancam punah.
"Spesies elusif ini sempat hilang tanpa jejak selama lebih dari dua dekade di kawasan TNKM pascadokumentasi pertama pada 2003, sebelum akhirnya terekam kembali di Resor Sungai Bahau pada 2023 dan kini di Resor Mentarang Tubu," ujar Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Seno Pramudito.
Perangkat kamera jebak dipasang oleh tim SPTN Wilayah II Long Alango sejak 2025 di bawah kanopi hutan primer Desa Rian Tubu. Rekaman data visual bernilai tinggi baru berhasil diunduh pada 2026 saat tim BTNKM menggelar kegiatan SMART Patrol.
"Rekaman data visual bernilai tinggi itu baru berhasil diunduh pada 2026 saat tim BTNKM menggelar kegiatan SMART Patrol," kata Seno.
Menurutnya, dokumentasi melalui kamera pengintai membantu tim memperoleh data keberadaan satwa yang sangat sulit dijumpai secara langsung. Hal ini menjadi pengingat bahwa hutan TNKM memiliki peran vital sebagai habitat satwa liar.
"Spesies ini sangat sulit dijumpai secara langsung. Dokumentasi melalui camera trap membantu kami memperoleh data keberadaannya. Ini menjadi pengingat bahwa hutan TNKM memiliki peran vital sebagai habitat satwa liar, sehingga perlindungan kawasan harus dilakukan secara konsisten," kata Seno.
Secara ekologis, kehadiran predator puncak terkecil di Kalimantan ini di dua lokasi berbeda dalam beberapa tahun terakhir menjadi indikator kuat bahwa ekosistem hutan di Malinau masih alami, sehat, dan minim gangguan manusia.
"Sifat kucing merah Kalimantan yang soliter, sangat waspada, serta aktif di waktu-waktu tertentu membuat keberadaannya hampir tak pernah terlihat oleh mata telanjang," kata Seno.
Kepala Resor Mentarang Tubu, Mahfuat, menambahkan bahwa temuan ini diharapkan menjadi dasar kuat bagi pengambilan keputusan dan kebijakan pengelolaan kawasan konservasi di Kalimantan Utara ke depan.
"Setiap kegiatan di lapangan terbukti memberikan data penting bagi perlindungan satwa. Temuan ini diharapkan menjadi dasar kuat bagi pengambilan keputusan dan kebijakan pengelolaan kawasan konservasi di Kalimantan Utara ke depan," kata Mahfuat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow