Toto Wolff Enggan Sebut Kimi Antonelli Favorit Juara F1 2026

Smallest Font
Largest Font

Bos Mercedes Toto Wolff menolak untuk melabeli pembalap mudanya, Kimi Antonelli, sebagai kandidat utama peraih gelar juara dunia Formula 1 2026. Penegasan tersebut disampaikan Wolff meskipun pembalap asal Italia itu tengah memimpin puncak klasemen sementara dengan selisih 50 poin pada pertengahan musim, dilansir dari Bola.

Performa impresif Antonelli musim ini ditunjukkan lewat catatan lima kemenangan secara beruntun sejak GP China hingga GP Monako. Pencapaian luar biasa tersebut berhasil menempatkan pembalap berusia 19 tahun itu menungguli nama besar seperti Lewis Hamilton di tangga klasemen.

Kendati demikian, margin keunggulan Antonelli seharusnya bisa lebih lebar apabila tidak terkendala masalah kendala teknis pada GP Spanyol dan GP Inggris. Dalam dua seri tersebut, Antonelli terpaksa mengubur ambisi memburu posisi terdepan saat menempel ketat Hamilton dan Charles Leclerc akibat masalah reliabilitas armada Mercedes.

Prinsipal Tim Mercedes AMG Petronas F1 tersebut menegaskan bahwa dirinya enggan berspekulasi terlalu dini mengenai peluang gelar juara sang pembalap muda.

"Masih terlalu dini untuk mengatakannya," ujar Wolff.

Wolff mengingatkan bahwa perolehan poin yang masif masih bisa tergerus dalam waktu singkat mengingat perjalanan musim yang masih sangat panjang.

"Saya orang yang percaya takhayul. Meskipun keunggulannya 50 poin, masih ada begitu banyak balapan yang harus dijalani. Satu atau dua kali gagal finis bisa mengubah semuanya secara drastis, dan kami belum terlalu bagus dalam hal reliabilitas," kata Wolff.

Fokus utama tim saat ini adalah menjaga kestabilan performa di setiap pekan balapan agar mampu meraih hasil maksimal hingga akhir musim.

"Jadi, kami hanya perlu terus memaksimalkan setiap hari, mulai Jumat hingga Minggu. Semoga pada akhirnya itu sudah cukup," ujar Wolff.

Di sisi lain, perbaikan reliabilitas jet darat Mercedes menjadi faktor krusial yang menentukan nasib persaingan. Rekan satu tim Antonelli, George Russell, juga bernasib serupa setelah mobilnya mogok akibat gangguan teknis saat berduel sengit memperebutkan kemenangan di GP Kanada. Situasi tersebut membuat Russell kini tertinggal 59 poin di peringkat ketiga klasemen sementara.

Permasalahan komponen mesin yang menimpa tim panah perak ini turut memperbesar ancaman hukuman penalti posisi start pada paruh kedua musim. Kedua pembalap Mercedes berisiko mendapat sanksi akibat penggunaan komponen power unit yang berpotensi melebihi kuota resmi yang ditetapkan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed