Penjualan Mobil Listrik Murni Melonjak 24 Persen per Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Pasar otomotif nasional mencatatkan lonjakan penjualan mobil listrik murni (BEV) sebesar 24,63 persen pada Agustus 2026 mencapai 17.413 unit, berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Pertumbuhan pesat pada segmen BEV tersebut berbanding terbalik dengan tren penjualan mobil berbahan bakar bensin murni (ICE) yang mengalami penurunan sebesar 4,34 persen dari 57.166 unit pada Juli 2026 menjadi 54.683 unit pada Agustus 2026. Penurunan serupa terjadi pada segmen mobil hybrid yang menyusut 4,21 persen menjadi 7.667 unit, sementara tipe plug-in hybrid (PHEV) naik tipis 1,01 persen menjadi 1.993 unit.

Secara kumulatif, total penjualan mobil nasional sepanjang Januari hingga Agustus 2026 menyentuh angka 599.491 unit atau tumbuh 20,1 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan sektor kendaraan ramah lingkungan ini terdorong oleh penambahan populasi kendaraan listrik nasional yang menembus 541.678 unit, didominasi oleh 280.136 unit motor listrik dan 259.077 unit mobil listrik penumpang.

Penguatan ekosistem kendaraan berbasis baterai turut didukung langkah strategis pemerintah dalam mendorong kemandirian industri otomotif lokal, termasuk melalui penunjukan pelaksana program nasional dan kesiapan rantai pasok komponen.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, memaparkan dinamika pertumbuhan sektor ini saat rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI.

"Ini memang ter-trigger--sejak mulai dari 2023 sampai ke 2026 ini--kondisi geopolitik dan kondisi terkait dengan bahan bakar kita yang ada saat ini juga, dan komitmen terhadap net zero emission juga membuat sektor transportasi cenderung untuk mulai menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai," kata Setia.

Setia Diarta menambahkan bahwa percepatan ini meluas ke segmen kendaraan roda dua dan roda empat sebagai penggerak utama pasar.

"Roda 2 dan roda 4 ini yang paling menjadi krusial dan menjadi penggerak utama pada sektor kendaraan listrik," ujar Setia.

Ekosistem industri kendaraan listrik tercatat telah menyerap investasi hingga Rp 30,4 triliun dan membuka lapangan kerja bagi 10.650 tenaga kerja langsung di berbagai sektor manufaktur.

"Ini tergabung semuanya mulai dari bus dan truk atau commercial vehicles, kemudian ada kendaraan roda 4 serta kendaraan roda 2 dan roda 3. Secara total memang total investasi yang sudah ada itu ada sekitar Rp 30,4 triliun. dan tenaga kerja yang terlibat langsung ada sekitar 10.650 orang," ujar Setia.

Struktur penunjang industri otomotif Tanah Air juga diperkuat oleh keterlibatan puluhan pabrikan yang siap memproduksi berbagai lini kendaraan ramah lingkungan.

"Kalau untuk (pabrik) kendaraan komersial itu sudah ada yang beroperasi sekarang 10 perusahaan pabrikan. Kemudian untuk kendaraan roda 4 itu ada 15 perusahaan dan roda 2 serta roda 3 itu ada 70 perusahaan," kata Setia.

Di samping penataan manufaktur, pemerintah menerbitkan penugasan resmi melalui Surat Menteri Sekretariat Negara nomor B-15/M/SDK/KI.00/08/2026 tertanggal 12 Agustus 2026 yang menunjuk PT Len Industri (Persero) sebagai pelaksana Program Pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas).

"Dalam rangka mewujudkan kemandirian industri otomotif nasional serta memperkuat hilirasi industri, Bapak Presiden pada Rapat Terbatas tanggal 14 Juli 2026 memberikan arahan bahwa PT Len Industri (Persero) ditugaskan menjadi pelaksana Program Pengembangan Motor Listrik Nasional," kata dokumen arahan presiden tersebut.

Guna mendukung kelancaran program strategis tersebut, pihak Kemenperin mengonfirmasi peran sentral PT Len Industri dalam mengordinasikan riset hingga fasilitas infrastruktur pendukung.

"PT Len ini akan menjadi nantinya lead integrator dari program Motor Listrik Nasional," kata Setia.

Sejalan dengan penguatan penugasan BUMN, industri komponen lokal melalui Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) menyatakan kesiapannya mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik berbasis baterai hingga 60 persen pada 2027.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed