Donald Trump Ejek Usaha Dekat Bos Amazon dan Meta Usai Pemilu 2024

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mencemooh upaya CEO Amazon Jeff Bezos dan CEO Meta Mark Zuckerberg yang mencoba membangun hubungan erat dengannya setelah Pemilu 2024. Informasi mengenai manuver dua raksasa teknologi Silicon Valley tersebut diungkap dalam buku Regime Change: Inside the Imperial Presidency of Donald Trump karya Maggie Haberman dan Jonathan Swan, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Para eksekutif teknologi bergegas menjalin komunikasi dengan Trump melalui pertemuan pribadi dan diskusi informal pasca-pemilu. Mark Zuckerberg diketahui mengirimkan pesan teks berupa foto catatan tulisan tangan anaknya tentang masa keemasan Amerika, namun Trump justru merespons interaksi itu dengan nada meremehkan kepada orang-orang di sekitarnya.

"Kalian tidak akan percaya pesan-pesan yang saya terima dari orang-orang teknologi ini. Saya harus menunjukkannya kepada kalian," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump juga secara berulang menyebut bahwa para bos teknologi tersebut sedang berusaha mencari mukanya. Ia membandingkan sikap para eksekutif Silicon Valley saat ini dengan posisi mereka di masa lalu.

"Coba ingat di mana posisi mereka pada tahun 2016," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump menilai adanya perubahan sikap yang sangat drastis dari para pemimpin perusahaan tersebut jika dibandingkan saat ia pertama kali mencalonkan diri.

"Mereka membenci saya. Mereka melakukan segala cara untuk menjatuhkan saya. Dan lihatlah mereka sekarang," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Dalam jamuan makan malam di Mar-a-Lago, Jeff Bezos dilaporkan mengeluhkan operasional The Washington Post yang dimilikinya. Trump menyetujui hal tersebut dan meminta Bezos mengontrol medianya, yang disepakati oleh Bezos karena rasa frustrasinya.

Pada pertemuan di Gedung Putih tahun 2025, Bezos menyampaikan kekhawatiran terkait ketergantungan operasi antariksa AS pada SpaceX milik Elon Musk. Bezos menyarankan pembukaan kontrak yang lebih luas untuk persaingan, yang dinilai dapat menguntungkan perusahaannya, Blue Origin. Elon Musk yang hadir dalam beberapa diskusi memberikan komentarnya atas fenomena tersebut.

"Benar-benar aksi menjilat kelas kakap," ujar Elon Musk, CEO SpaceX.

Meskipun kisah-kisah pendekatan ini terungkap secara rinci dalam buku tersebut, para pihak yang terlibat belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim yang beredar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed