Trump Perintahkan AL AS Ganti Sistem Peluncur Elektromagnetik Kapal Induk

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk mencabut Sistem Peluncuran Pesawat Elektromagnetik (EMALS) dan Lift Senjata Canggih pada kapal induk kelas Ford terbaru. Kebijakan ini mewajibkan militer AS beralih kembali ke sistem ketapel uap dan hidrolik tradisional.

Perintah tersebut dituangkan dalam memorandum keamanan nasional yang ditandatangani Trump pada Kamis (13/8/2026). Perubahan desain utama ini diarahkan kepada Menteri Perang AS Pete Hegseth dan Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut Hung Cao, dengan memberikan tenggat waktu 60 hari bagi Pentagon untuk menyerahkan rencana eksekusinya.

Kebijakan perancangan ulang ini difokuskan pada kapal induk kelas Ford keempat, yakni USS Doris Miller, yang pengerjaannya saat ini terhalang penundaan dua tahun dari jadwal awal. Sementara itu, tiga kapal induk kelas Ford lainnya—USS Gerald R. Ford, USS John F. Kennedy, dan USS Enterprise—dipastikan tidak akan mengalami perombakan sistem.

Langkah mundur ke teknologi lama diperkirakan akan menelan biaya hingga miliaran dolar AS dan berisiko memperlambat integrasi kapal. Di sisi lain, sistem ketapel uap membutuhkan lebih banyak personel operasional serta perawatan yang lebih rumit dibandingkan sistem berbasis elektromagnetik.

Perubahan ini memicu tanggapan langsung dari pihak produsen teknologi peluncur tersebut. General Atomics, perusahaan pengembang EMALS, menegaskan bahwa pengerjaan ketapel dan perlengkapan penahan pada USS Doris Miller sebenarnya telah rampung separuh jalan.

"Mengubah arah saat ini akan menimbulkan risiko biaya, jadwal, dan integrasi yang signifikan," tegas pihak General Atomics.

Kritik mendalam atas perombakan teknologi kapal perang ini juga disampaikan oleh kalangan legislatif AS. Senator Mark Kelly, seorang Demokrat asal Arizona yang juga mantan astronot serta pilot uji penerbangan, menyampaikan keraguan atas keputusannya.

"Saya telah lepas landas dari kapal induk ratusan kali, saya memiliki gelar master di bidang teknik penerbangan, saya pernah menjadi pilot uji, tetapi bahkan saya pun tidak akan menyarankan kepada Angkatan Laut bagaimana merancang sistem spesifik di sebuah kapal," kata Mark Kelly, Senator asal Arizona.

Penolakan Trump terhadap teknologi peluncur listrik sejatinya telah berlangsung lama. Sikap kritis tersebut sudah beberapa kali ia utarakan secara konsisten sejak masa jabatan pertamanya pada 2017 silam.

"Anda akan kembali ke sistem uap yang terkutuk itu," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Keinginan kembali ke teknologi lama ini bertolak belakang dengan modernisasi militer global. Kapal induk terbaru milik China saat ini telah menerapkan ketapel elektromagnetik, sementara Prancis turut berencana mengadopsi teknologi serupa untuk kapal induk barunya.

Kebijakan baru ini ditetapkan di tengah beban anggaran militer AS yang membengkak, termasuk estimasi biaya perang Iran senilai 37,5 miliar dolar AS, serta krisis personil AL AS yang sedang berlanjut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed