Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Kembali Gunakan Ketapel Uap pada Kapal Induk
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk meninggalkan sistem peluncuran pesawat terbaru Electromagnetic Aircraft Launch Systems (EMALS) dan kembali menggunakan ketapel uap pada kapal induk kelas Ford keempat yang sedang dibangun.
Perintah ini berlaku untuk USS Doris Miller, kapal induk kelas Ford keempat, yang takkan dilengkapi dengan EMALS seperti tiga kapal pertama. Keputusan ini diperkirakan menimbulkan biaya jutaan dolar dan mengubah teknologi yang sudah digunakan di kapal induk sebelumnya, dilansir dari Detik iNET.
Trump telah mengkritik EMALS selama beberapa tahun, menganggap sistem ini terlalu rumit dan tidak sekuat ketapel uap. Saat berkunjung ke USS Gerald R. Ford pada 2017, Trump menyebut, "Anda harus menjadi Albert Einstein untuk memahaminya." Dalam wawancara tahun yang sama, ia menyatakan bahwa sistem tersebut tidak bagus dan tidak memiliki tenaga seperti sistem uap.
Militer AS sebelumnya menyatakan EMALS lebih andal, efisien, dan memerlukan lebih sedikit personel sehingga lebih murah dan mudah dirawat. Namun, keputusan Trump mendapat kritik dari sejumlah pihak.
Mark Montgomery, pensiunan Angkatan Laut AS, mengatakan, "Keputusan kembali ke ketapel uap adalah tidak logis, tidak efisien, dan membuang-buang uang." Ia menambahkan, "Akan sangat bodoh dan mahal untuk kembali menggunakan ketapel uap."
EMALS mendorong pesawat lebih mulus sehingga mengurangi keausan dan menggunakan energi serta air jauh lebih sedikit. General Atomics, produsen EMALS, menyatakan keputusan untuk tidak menggunakan sistem ini pada USS Doris Miller perlu pertimbangan matang karena hampir separuh produksi kapal sudah selesai. Kapal ini diperkirakan akan diserahkan pada 2034 setelah penundaan bertahun-tahun.
Baik EMALS maupun ketapel uap memiliki fungsi sama, yaitu meluncurkan jet tempur dengan akselerasi tinggi dari dek kapal induk tanpa landasan pacu panjang. Namun, EMALS menggunakan motor induksi linier yang memanfaatkan tenaga reaktor nuklir untuk menghasilkan pulsa magnetik yang mendorong pesawat. Ketapel uap menggunakan piston bertekanan uap yang menggerakkan shuttle peluncur di dek.
Kapal induk terbaru China, Tipe 003 Fujian, sudah menggunakan EMALS, sementara kapal induk Charles de Gaulle milik Prancis menggunakan ketapel uap dan berencana beralih ke EMALS di kapal masa depan.
EMALS dipuji karena tekanannya lebih ringan pada pesawat dan bisa bersiap sangat cepat saat pesawat harus segera mengudara. Meski teknologi ini lebih baru, Angkatan Laut AS sudah berpengalaman puluhan tahun dengan ketapel uap. Meski sempat mengalami masalah pada awal pengembangan, EMALS kini telah digunakan secara luas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow