Trump Tunda Serangan AS-Israel ke Iran Tunggu Kesepakatan

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penundaan rencana serangan militer terhadap Iran dengan syarat tercapainya kesepakatan segera untuk mengakhiri konflik, Sabtu (1/8/2026), di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Trump mengatakan keputusan itu diambil setelah Iran dan sejumlah negara Timur Tengah meminta AS menahan serangan lanjutan. Ia menyatakan militer AS bersama Israel telah siap melancarkan operasi militer yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II.

"Berdasarkan permintaan tersebut, saya setuju membatalkan serangan demi masa depan dunia dan kelangsungan Iran yang sukses serta makmur, dengan syarat kesepakatan bisa segera dicapai," ujar Trump melalui unggahan di platform Truth Social, dilansir AFP.

Trump menegaskan kesepakatan itu harus mencakup pembukaan penuh dan segera Selat Hormuz serta diakhirinya ancaman program nuklir Iran. "Israel bergabung dengan saya dalam komitmen ini. Mari bekerja dan selesaikan kesepakatan itu," tambahnya.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut Iran kini tampak lebih terbuka untuk berunding soal denuklirisasi dan pembukaan kembali Selat Hormuz, meski AS masih menilai Teheran memiliki kemampuan ancaman.

Dalam pernyataan terpisah, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran akan merespons setiap bentuk agresi dari AS dengan tegas dan proporsional. Ia juga memperingatkan keterlibatan negara lain dalam serangan terhadap Iran akan memicu balasan yang setimpal.

Media Iran menyatakan serangan terhadap infrastruktur energi Iran akan dibalas dengan serangan pada ladang minyak dan gas di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, serta Israel.

Laporan dari Fars News Agency menyebut beberapa fasilitas energi di Teluk dan Israel berpotensi menjadi sasaran balasan, termasuk ladang minyak Ghawar dan fasilitas Abqaiq di Arab Saudi, ladang minyak dan kilang di UEA, serta ladang gas dan terminal ekspor di Qatar.

Ketegangan yang dipicu serangan AS dan Israel ke Iran sejak 28 Februari 2026 mengguncang pasar energi global, dengan harga minyak Brent melonjak 24 persen sepanjang Juli. Gangguan pelayaran di Selat Hormuz juga terjadi akibat risiko keamanan yang tinggi.

Beberapa insiden serangan terhadap kapal di perairan Oman dan ancaman jalur pelayaran di Selat Bab el-Mandeb dari kelompok Houthi yang didukung Iran juga menambah kekhawatiran di kawasan.

Kedutaan Besar AS di berbagai negara Timur Tengah mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga negaranya, meminta kesiapan evakuasi dan kewaspadaan tinggi seiring potensi meluasnya konflik.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed