Twitch Aktifkan Fitur Pelatihan AI Amazon Secara Otomatis

Smallest Font
Largest Font

Platform livestreaming Twitch mengonfirmasi penggunaan konten para kreator untuk melatih model kecerdasan buatan (generative AI) milik Amazon secara otomatis. Kebijakan ini diberlakukan default opt-out sehingga memicu gelombang protes besar dari para kreator pada 12 Agustus 2026.

Pengumuman fitur baru ini pertama kali disampaikan secara tidak langsung melalui akun resmi Twitch Support di platform X. Kebijakan tersebut menuai penolakan massal di forum Twitch User Voice, dengan ribuan kreator menuntut agar fitur pelatihan AI dijadikan opt-in.

Chief Product Officer Twitch, Mike Minton, menjelaskan alasan platform mengambil langkah opt-out otomatis dalam sesi livestreaming Patch Notes bersama Head of Community Mary Kish.

"Sekarang mengapa ini bukan opt-in? Itu yang ramai di chat. Saya paham. 'Biarkan saya opt-in ketimbang membuat saya opt-out.'

Ada jawaban jujur, dan saya pikir sebagian besar dari Anda mungkin dapat memahaminya: Jika ini opt-in, tidak ada orang yang akan opt-in. Itulah jawaban sejujurnya," kata Mike Minton, Chief Product Officer Twitch.

Ia menambahkan bahwa perusahaan teknologi besar lain seperti OpenAI dan Anthropic juga mengumpulkan data dari internet secara luas tanpa kendali langsung dari Twitch.

"Jika model dilatih pada VOD Anda, itu mungkin atau mungkin juga bukan Amazon. Kemungkinan besar itu adalah salah satu dari... lusinan perusahaan yang membuat model dengan menggunakan konten publik mana pun yang dapat mereka temukan," ujar Mike Minton, Chief Product Officer Twitch.

Minton menegaskan bahwa keputusan menghentikan pelatihan AI tidak akan memengaruhi jangkauan penonton para kreator di platform tersebut.

"Pengaturan ini tidak... benar-benar memengaruhi keterhitungan, dan ini tidak memiliki dampak sama sekali pada kemampuan Anda untuk ditemukan di Twitch atau hal semacamnya," kata Mike Minton, Chief Product Officer Twitch.

Ia juga membedakan antara pelatihan model kecerdasan buatan generatif Amazon dengan sistem AI internal Twitch untuk operasional harian.

"Banyak dari sistem kami yang membuat Twitch bekerja sekarang bergantung pada beberapa bentuk — biasanya spesifik dan terarah — model AI, yang mengevaluasi teks dan membantu kami memahami apa yang terjadi di seluruh layanan. Sebagai contoh, hampir setiap bagian audio ditranskripsikan menjadi teks di seluruh situs. Hal itu kemudian memungkinkan hal-hal seperti ringkasan stream terjadi. Ini juga membantu kami dari perspektif AutoMod dan perspektif lainnya," tutur Mike Minton, Chief Product Officer Twitch.

Minton menyadari penolakan keras dari komunitas kreator, namun menyatakan platform lain juga menerapkan hal serupa tanpa opsi pembatalan.

"'Apakah ini tidak jelas di UserVoice?' Tidak ada kesalahpahaman," ujar Mike Minton, Chief Product Officer Twitch.

Minton juga menegaskan bahwa data pengguna tidak diperjualbelikan kepada pihak ketiga.

"Kami tidak menjual kembali data ke perusahaan lain yang melatih model. Bukan itu yang terjadi di sini. Kami tidak mengambil keuntungan atau menghasilkan uang dengan menjual data Anda," kata Mike Minton, Chief Product Officer Twitch.

Ia menambahkan mengenai pengumpulan data publik yang menurutnya sudah menjadi praktik umum di industri.

"Ada 10-25 perusahaan di seluruh dunia yang membuat beberapa dari apa yang kita sebut model bahasa besar 'frontier'. Saya tidak tahu ini secara pasti, tetapi saya pikir itu adalah asumsi yang cukup masuk akal bahwa hampir semua konten yang tersedia digunakan untuk pelatihan model dalam satu atau lain bentuk, baik diizinkan atau tidak. Jadi saya pikir kita juga perlu mengakui bahwa ada banyak hal di sini yang bahkan di luar kendali langsung kami," kata Mike Minton, Chief Product Officer Twitch.

Minton memberikan pandangannya jika dirinya berada di posisi kreator aktif.

"Kami tidak tuli dalam hal mengetahui di mana posisi komunitas. Kami mendengar Anda dengan keras dan jelas," kata Mike Minton, Chief Product Officer Twitch.

Di sisi lain, Head of Community Twitch, Mary Kish, menanggapi kekhawatiran kreator mengenai potensi kehilangan penonton akibat kebijakan AI ini.

"Ini topik yang sensitif, dan saya pikir komunitas kami memiliki reaksi yang saya perkirakan akan kalian berikan, yaitu kalian tidak menyukai ini. Karena ini adalah standar industri, berpindah ke tempat lain tidak akan membebaskan Anda dari hal ini. … Ini tidak semudah mengatakan semua orang akan pergi, karena ini adalah sesuatu yang benar-benar terjadi di seluruh papan. Ini adalah sesuatu yang terjadi di komunitas livestreaming di seluruh ruang ini," kata Mary Kish, Head of Community Twitch.

Kish menanggapi pertanyaan penonton mengenai umpan balik di forum UserVoice yang telah dipublikasikan sejak Mei.

"Jumlah opt-out akan membantu kami terus menegaskan kembali bahwa komunitas kami tidak menerima AI dalam bentuk apa pun. Saya minta maaf tetapi saya membaca komentar Anda dan benar-benar mendengarkan Anda," kata Mary Kish, Head of Community Twitch.

Kish menglarifikasi cakupan penggunaan data oleh Amazon untuk melatih model-model AI tersebut.

"Kami tahu bahwa itu digunakan untuk melatih model, tetapi itu adalah sikap yang luas tentang apa yang dapat Anda latih untuk suatu model. Memberi Anda daftar 500 kasus penggunaan, saya pikir sebenarnya tidak membantu," ujar Mary Kish, Head of Community Twitch.

Ia juga mengonfirmasi adanya masukan komunitas yang meminta penyesuaian sistem menjadi opt-out sejak awal.

"'Apakah ini tidak jelas di UserVoice?' Tidak ada kesalahpahaman," kata Mary Kish, Head of Community Twitch.

Analis industri gim dari F-Squared, Mike Futter, menilai langkah Amazon memanfaatkan data streamer dapat menimbulkan risiko hukum serius terkait hak cipta atas gim yang ditayangkan.

"Apa yang terjadi jika seorang kreator menayangkan gim Anda dan terdaftar opt-in? Apakah Twitch berpikir mereka memiliki hak untuk memasukkan gim pengembang ke dalam pabrik AI mereka? Ini memiliki konsekuensi yang lebih dalam daripada yang terlihat di permukaan," kata Mike Futter, Co-founder F-Squared.

Futter menambahkan bahwa studio independen merasa terancam dengan kebijakan baru yang diterapkan platform milik Amazon tersebut.

"Saya pikir banyak studio akan berbicara dengan pengacara mereka selama beberapa hari ke depan. Bagi kita yang menghindari AI seperti wabah, ini adalah bahaya yang nyata dan hadir bagi bisnis dan karya kreatif kita. Di periode saat industri kita membutuhkan dukungan sebanyak mungkin, terutama dari perusahaan yang menggunakan konten kita setiap hari untuk memperkaya diri mereka sendiri, ini dibaca sebagai hal yang sangat bermusuhan," kata Mike Futter, Co-founder F-Squared.

Ia menutup keterangannya dengan menyatakan posisi studio tempatnya bekerja dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed