Ube Ungu Berpotensi Menjadi Bahan Pendukung Perawatan Kulit

Smallest Font
Largest Font

Tren olahan kuliner ube atau uwi ungu (Dioscorea alata) kini kian digandrungi anak muda. Pemanfaatannya meluas pada berbagai produk makanan maupun minuman, seperti campuran matcha.

Selain tampilannya yang menarik, ube disukai karena memiliki cita rasa nutty yang khas dan tekstur yang lebih pulen dibanding jenis umbi-umbian lainnya.

Di samping daya tarik kulinernya, ube ternyata menyimpan potensi untuk menjaga kesehatan kulit. Dikutip dari Detik Health, keunggulan ini berasal dari kandungan antioksidan di dalamnya yang berperan melawan penuaan dini.

"Ube ungu memang mengandung antosianin, terutama kelompok cyanidin, yang mempunyai aktivitas antioksidan," ujar praktisi kesehatan, dr Arini Astasari Widodo, SpDVE.

"Antioksidan secara umum dapat membantu melawan oxidative stress akibat UV dan polusi yang berkontribusi terhadap inflamasi, pigmentasi, kerusakan kolagen, dan penuaan kulit," jelasnya.

dr Arini menambahkan bahwa ube sangat menarik apabila dijadikan sebagai supporting antioxidant ingredient dalam formulasi produk perawatan kulit.

Berdasarkan riset yang dipublikasikan ScienceDirect, ube asal Filipina mencatatkan kadar antosianin sebesar 9 hingga 38 miligram per 100 gram sajian. Tingginya kadar senyawa tersebut memberikan aktivitas antioksidan yang kuat.

Tantangan Formulasi Skincare dan Konsumsi Harian

Pemanfaatan ube sebagai formulasi produk perawatan kulit tetap memerlukan pertimbangan teknis secara mendalam. Efektivitas bahan makanan tidak serta-merta berbanding lurus ketika diaplikasikan pada kulit secara luar.

"Namun, kandungan antioksidan dalam suatu makanan tidak otomatis efektif ketika dijadikan skincare. Kita masih harus mempertimbangkan stabilitas bahan, konsumsi, penetrasi ke kulit, pH formulasi, dan apakah aktivitasnya tetap bertahan dalam produk jadi," jelasnya.

Hingga saat ini belum tersedia uji klinis yang membuktikan penggunaan ube secara langsung dalam produk skincare. Meski begitu, dr Arini tetap menyarankan konsumsi ube sebagai bagian dari hidangan harian.

"Ube adalah makanan bernutrisi dengan kandungan antioksidan yang menarik. Silakan dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat karena mengandung serat dan berbagai fitonutrien," tutupnya.

Secara botani, ube (Dioscorea alata) berbeda dari ubi ungu biasa (Ipomoea batatas). Ube tumbuh dengan cara merambat sehingga proses budidayanya cenderung lebih rumit dibandingkan ubi jalar yang menjalar di atas tanah.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed