UEFA Ubah Aturan Kartu Kuning dan Sanksi Liga Champions
UEFA resmi menerapkan regulasi baru terkait akumulasi kartu kuning dan sanksi larangan bertanding untuk kompetisi Liga Champions musim 2026/2027, seperti dilansir dari Bola. Perubahan aturan ini wajib diwaspadai oleh 36 tim kontestan, termasuk juara bertahan Paris Saint-Germain hingga klub yang kembali meramaikan ajang ini seperti Manchester United dan Aston Villa. Pemain atau staf yang menerima dua kartu kuning atau satu kartu merah akan dikenai skorsing untuk pertandingan kompetisi UEFA berikutnya.
Hukuman kartu merah yang didapat di Liga Champions kini berlaku otomatis pada laga Eropa berikutnya, termasuk jika tim berpindah ke Liga Europa atau Liga Conference.
Badan disiplin UEFA juga memegang wewenang penuh untuk memperluas cakupan hukuman ke kompetisi lain apabila terjadi pelanggaran berkategori berat.
Sistem Baru Akumulasi Kartu Kuning
Pada regulasi sebelumnya, pemain dijatuhi sanksi larangan bertanding satu kali setelah mengumpulkan tiga kartu kuning tanpa kartu merah, lalu disanksi kembali setiap dua kartu berikutnya.
Lewat aturan anyar, sanksi larangan tampil baru diberikan setelah pemain mengoleksi empat kartu kuning dalam satu musim kompetisi UEFA.
Setelah hukuman pertama dijalani, sanksi larangan bertanding berikutnya akan dijatuhkan setiap kali pemain mencapai jumlah kartu kuning genap, yakni pada kartu keenam, kedelapan, dan kesepuluh.
Pemutihan Kartu Jelang Fase Akhir
UEFA juga menetapkan skema penghapusan kartu kuning setelah selesainya babak perempat final, sehingga catatan kartu tidak dibawa ke babak semifinal.
Pemain yang mengoleksi kartu kuning keempat pada leg kedua perempat final tetap harus menjalani sanksi skorsing pada leg pertama semifinal.
Kartu kuning tunggal yang diterima di fase semifinal tidak akan mengakibatkan pemain absen di laga puncak, sehingga sanksi absen di final hanya berlaku akibat kartu merah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow