UIAM Pecat Profesor Solehah Yaacob Terkait Klaim Sejarah Kontroversial
Universitas Islam Internasional Malaysia (UIAM) resmi memberhentikan Profesor Solehah Yaacob sejak 27 April 2026 akibat klaim kontroversialnya yang menyatakan bahwa bangsa Romawi kuno belajar teknik pembuatan kapal dari orang Melayu.
Keputusan tersebut diumumkan pada 23 Agustus 2026 oleh Kantor Komunikasi UIAM yang juga melarang Solehah menggunakan gelar, jabatan, maupun afiliasi dengan universitas dalam segala bentuk promosi dan publikasi.
Solehah sebelumnya dikenal sebagai profesor linguistik dan akademisi yang memiliki lebih dari 200 karya ilmiah, terutama di bidang linguistik Arab dan pemikiran peradaban, bukan sejarah maritim atau arkeologi.
Ia menjadi sorotan luas sejak November 2025 ketika menyampaikan bahwa masyarakat Melayu kuno memiliki kemampuan pelayaran dan mengajari bangsa Romawi dalam teknik pembuatan kapal. Pernyataan ini dianggap sebagai hipotesis penelitian yang menurutnya perlu diuji, namun kurang didukung bukti arkeologis dan kronologis yang kuat.
Selain klaim kapal Romawi, Solehah juga pernah mengemukakan teori bahwa masyarakat Melayu kuno dapat terbang dan mengajarkan "kungfu terbang" kepada masyarakat China, serta mengaitkan kekayaan bijih besi di Kedah dengan hujan meteorit, yang mendapat kritik dari komunitas akademik.
Akademisi studi Asia dari University of Tasmania, James Chin, menyatakan bahwa banyak klaim Solehah tidak rasional dan memicu penyebaran narasi tanpa dasar ilmiah. Chin mendukung keputusan UIAM untuk menjaga integritas akademik kampus.
"Tur pelayaran ini dirancang khusus untuk membuktikan temuan risetnya dengan membawa penumpang langsung ke lokasi-lokasi yang mendukung klaimnya," ujar James Chin.
Chin menambahkan, "Universitas bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan, karena sudah terlalu lama banyak hal tidak masuk akal terjadi di universitas-universitas Malaysia, di mana akademisi membicarakan banyak hal yang tidak rasional."
Solehah menanggapi pemecatannya dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Perusahaan Malaysia dan menuding UIAM bertindak tidak profesional. Ia mengungkapkan kepada media bahwa surat pemecatan diterimanya hanya sehari setelah menerima penghargaan riset Malaysia Research Assessment dari Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia.
"Saya dipecat dalam waktu 24 jam dan tidak diberi kesempatan untuk mengajukan banding. UIAM ingin membayar kompensasi setara enam bulan gaji, tetapi saya menolaknya," ujar Solehah Yaacob.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow