Ukraina Tembakkan 800 Drone ke Rusia dan Tewaskan 10 Warga

Smallest Font
Largest Font

Pasukan militer Ukraina meluncurkan gelombang serangan besar dengan menembakkan hampir 800 drone ke wilayah Rusia pada Selasa, 18 Agustus 2026. Di saat yang sama, serangan rudal Rusia menghantam desa Pechenihy di wilayah Kharkiv, Ukraina, yang menewaskan sedikitnya 10 warga sipil dan melukai belasan lainnya.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat 791 drone Ukraina di berbagai wilayah, termasuk Crimea serta Laut Hitam dan Laut Azov. Lebih dari 600 drone mengarah ke wilayah Moskow, di mana 180 di antaranya berhasil dijatuhkan oleh petugas keamanan setempat.

Gubernur Wilayah Moskow Andrei Vorobyov dan Gubernur Wilayah Ryazan Pavel Malkov melaporkan masing-masing tiga orang terluka akibat jatuhnya puing-puing drone. Serangan udara tersebut juga memicu kebakaran di gudang logistik milik perusahaan ritel online Wildberries di wilayah industri Podolsk dan Domodedovo, yang dituduh Ukraina menyuplai komponen militer untuk pasukan Rusia.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menegaskan bahwa serangan jarak jauh ini bertujuan untuk memberi tekanan kepada pihak Kremlin.

"Putin terus mengulur-ulur perang bukannya menerima usulan gencatan senjata yang realistis dari Ukraina dan mengakhiri pertumpahan darah," kata Andrii Sybiha, Menteri Luar Negeri Ukraina.

Di sisi lain, serangan balasan rudal Rusia ke wilayah permukiman di Kharkiv merusak 10 rumah warga, kedai kopi, kantor pos, dan toko. Kepala Administrasi Militer Regional Kharkiv Oleh Syniehubov mencatat selain 10 korban tewas, sebanyak 17 orang lainnya mengalami luka-luka.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam keras gempuran rudal yang menyasar kawasan pemukiman non-militer tersebut.

"Kami pasti akan membalas serangan Rusia ini," kata Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina.

Eskalasi konflik udara ini terjadi di tengah kebuntuan garis depan pertempuran sepanjang 1.250 kilometer, di mana pergerakan pasukan darat kedua belah pihak tertahan oleh intensitas penggunaan drone dan robot darat.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed