Uni Eropa Siap Denda Google Ratusan Juta Euro

Smallest Font
Largest Font

Komisi Eropa bersiap menjatuhkan denda dalam kisaran tiga digit juta euro kepada Google atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Pasar Digital (DMA) terkait dominasi ekosistem pencarian perusahaan tersebut berdasarkan laporan surat kabar Jerman Handelsblatt pada Senin, 25 Mei 2026.

Hukuman ini menjadi denda tertinggi yang pernah dikenakan berdasarkan DMA sejak undang-undang tersebut berlaku pada tahun 2022. Regulasi ketat Uni Eropa ini sebelumnya telah menjatuhkan sanksi serupa kepada Apple dan Meta, dengan Apple menerima denda sebesar 500 juta euro tahun lalu.

Penyelidikan awal komisi menemukan bahwa Google memanfaatkan posisinya sebagai penjaga gerbang digital untuk mengutamakan layanannya sendiri di Google Penelusuran dibandingkan pihak ketiga. Selain itu, Google Play juga dinilai gagal memberikan akses bagi pengembang pihak ketiga untuk mengarahkan pengguna ke alternatif pembayaran yang lebih murah.

Pihak berwenang menyatakan tetap membuka ruang diskusi mengenai solusi masa depan bersama Google. Kendati demikian, penegakan hukum tetap berjalan karena regulasi menginginkan kepatuhan penuh dari para raksasa teknologi.

"Bahkan dengan negosiasi kami mengenai solusi masa depan, kami tidak akan ragu untuk mengambil langkah berikutnya sesegera mungkin," kata juru bicara Komisi Eropa kepada Reuters dalam sebuah pernyataan.

Komisi Eropa tampaknya belum puas terhadap sejumlah penyesuaian yang telah diterapkan oleh perusahaan induk Google, Alphabet. Di sisi lain, perwakilan dari raksasa teknologi tersebut menilai perubahan sistem penelusuran yang dilakukan justru berdampak besar bagi produk mereka.

"Perubahan yang telah kami lakukan pada Penelusuran di bawah DMA menunjukkan penurunan peringkat terbesar dalam sejarah produk, sehingga menciptakan pengalaman kelas dua bagi masyarakat Eropa dan menguntungkan beberapa pelapor yang mementingkan diri sendiri," kata juru bicara Google kepada publikasi berita.

Komisi Eropa sebelumnya sempat memberikan waktu tambahan bagi Google guna memperbaiki masalah persaingan usaha ini setelah proposal awal mereka ditolak. Selain kasus ini, Google juga didenda 2,95 miliyar euro pada September lalu akibat pelanggaran antimonopoli teknologi iklan, serta menghadapi investigasi baru terkait penurunan peringkat konten penerbit berita dan penggunaan data YouTube untuk pelatihan kecerdasan buatan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed