UT Bebaskan UKT Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Smallest Font
Largest Font

Universitas Terbuka membebaskan uang kuliah tunggal bagi mahasiswa yang terdampak gempa bumi berkekuatan M 7,7 di Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026). Kebijakan tersebut diambil untuk meringankan beban ekonomi para mahasiswa korban bencana, dilansir dari Detikcom.

Pendataan terhadap seluruh mahasiswa yang berhak menerima bantuan finansial tersebut saat ini sedang dilakukan oleh pihak kampus. Selain pembebasan biaya kuliah, skema bantuan lainnya juga tengah disiapkan untuk para korban bencana alam ini.

"Kita sedang mendata mahasiswa kita, terutama yang terkena dampak di wilayah Maumere dan sekitarnya. Kita segera akan dapatkan datanya dan kita akan berikan bantuan semaksimal mungkin, sesuai dengan kadar musibah yang diterima, mulai dari pembebasan UKT kemudian bantuan lainnya, dan seterusnya," kata Rektor Universitas Terbuka Prof Ali Muktiyanto.

Pihak rektorat juga memberikan dukungan dalam bentuk penyesuaian kegiatan akademik bagi mahasiswa terdampak. Keringanan tersebut mencakup penyesuaian jadwal pelaksanaan ujian akhir semester.

"Termasuk nanti dalam hal fasilitasi dukungan pembelajaran yang spesial secara khusus kepada yang terhadap musibah, termasuk penyelenggaraan ujian. Jadi penyelenggaraan ujian boleh jadi mereka harus agak tertunda dari rekan-rekannya yang lain dan sebagainya, tapi tetap dalam semester yang sama," kata Ali.

Kebijakan penanganan bencana ini bukan pertama kalinya diterapkan oleh universitas. Program serupa sebelumnya pernah dijalankan saat bencana melanda wilayah Aceh, Nias, hingga Padang.

"Kita juga bahkan menggelontorkan tidak kurang dari empat ribu beasiswa (untuk mahasiswa) terkena bencana," ucapnya.

Infrastruktur jaringan telekomunikasi dan listrik yang rusak akibat gempa memicu disiapkannya skema khusus. Pembelajaran jarak jauh berbasis luring disiapkan agar proses perkuliahan tidak terputus.

"Ketika jaringan internet tidak bisa berfungsi dengan baik, maka kita punya pendidikan jarak jauh secara yang di-deliver secara offline," ujar Rektor UT.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi meminta seluruh perguruan tinggi berpartisipasi aktif. Langkah tersebut diarahkan untuk membantu mahasiswa serta masyarakat yang terkena dampak gempa.

"Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh sivitas akademika dan menjaga agar penanganan berlangsung cepat serta terkoordinasi," ungkap Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Kementerian mendorong perguruan tinggi mendirikan posko bencana serta memberikan layanan kesehatan dan pemulihan trauma. Pengiriman bantuan logistik juga dilakukan melalui pengerahan dosen dan mahasiswa ke lokasi terdampak.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed