Volume Transaksi Saham Bumi Resources Melonjak Tajam Jumat Lalu

Smallest Font
Largest Font

Volume perdagangan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melonjak tajam pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, mencapai 6,24 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,23 triliun. Lonjakan ini signifikan dibandingkan hari sebelumnya yang hanya mencatatkan transaksi 3,55 miliar saham dan nilai Rp 666,31 miliar, serta jauh lebih tinggi dari transaksi Rabu yang bernilai Rp 190,91 miliar. Harga saham BUMI ditutup naik 3,16% ke posisi Rp 196 per lembar setelah sempat menyentuh Rp 202, level tertinggi dalam sebulan terakhir.

Selama sebulan terakhir, saham BUMI naik 23,27% meskipun investor asing melakukan net sell sebesar Rp 31,55 miliar, sementara investor domestik membukukan net buy senilai Rp 410,2 miliar, menurut data aplikasi Stockbit Sekuritas.

Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan kinerja BUMI akan semakin kuat pada kuartal III-2026 dan seterusnya hingga akhir tahun, didukung oleh peningkatan produksi emas Wolfram dan potensi penurunan biaya akibat meredanya harga bahan bakar. "Selain bisnis emas, prospek batu bara BUMI mendapat katalis dari potensi kenaikan harga akibat El Nino, sementara volume produksi relatif terlindungi melalui penggunaan conveyor belt," ujar Samuel Sekuritas.

Transformasi operasional BUMI berjalan melalui ekspansi bisnis emas, antara lain akuisisi Wolfram yang mulai berproduksi Mei 2026 dan Loyal Metal Mining yang dijadwalkan selesai Agustus 2026. Samuel Sekuritas juga memperkirakan produksi Wolfram akan meningkat seiring membaiknya kadar bijih yang diolah, dengan target produksi setara tembaga sebesar 15 ribu ton pada 2026.

Proses akuisisi Loyal Metal Mining masih menunggu persetujuan pemegang saham dan diperkirakan rampung Agustus 2026. Kinerja kuartal II-2026 BUMI menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi US$ 449 juta, naik 7,5% dari kuartal sebelumnya dan 36,4% secara tahunan. Penjualan batu bara meningkat menjadi 19,8 juta ton dengan harga jual rata-rata US$ 67,1 per ton, ditopang oleh volume dari Arutmin dan Kaltim Prima Coal (KPC).

Meski menghadapi tekanan margin akibat kenaikan biaya bahan bakar, BUMI membukukan laba bersih kuartal II 2026 sebesar US$ 35 juta, naik 43,7% dibanding kuartal sebelumnya dan 1.266,2% secara tahunan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed