Pemegang Saham Loyal Metals Setujui Akuisisi Oleh Bumi Resources
Pemegang saham perusahaan eksplorasi sumber daya asal Australia, Loyal Metals Limited, menyetujui usulan skema akuisisi 100 persen saham perseroan oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dalam Rapat Skema pada Kamis, 20 Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara dengan mayoritas suara mendukung rencana akuisisi yang ditawarkan emiten tambang Grup Bakrie dan Salim tersebut senilai A$0,45 per saham secara tunai. Transaksi pembelian seluruh saham diterbitkan Loyal Metals ini dilakukan melalui skema pengaturan yang disetujui pengadilan berdasarkan Part 5.1 Corporations Act 2001 Australia, baik oleh BUMI langsung maupun melalui anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya.
Berdasarkan laporan resmi pengumuman di Bursa Efek Australia (ASX), sebanyak 99,86 persen suara yang diberikan pemegang saham menyatakan setuju terhadap skema akuisisi tersebut.
Selain itu, sebanyak 95,96 persen pemegang saham yang hadir dan memberikan voting, baik secara langsung maupun lewat perwakilan, memilih mendukung skema yang diajukan BUMI. "Sebanyak 99,86% suara yang diberikan oleh pemegang saham mendukung skema tersebut. Sementara itu, 95,96% pemegang saham yang hadir dan memberikan suara, baik secara langsung maupun melalui proxy, attorney, atau perwakilan perusahaan, memilih mendukung skema," demikian keterangan Loyal Metals dalam pengumuman di ASX, dikutip Jumat (21/8/2026).
Manajemen Loyal Metals menegaskan bahwa pelaksanaan pengalihan saham masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan yang sebelumnya telah diumumkan pada 27 April 2026, termasuk proses Second Court Hearing. "Dengan ketentuan bahwa berbagai persyaratan yang sebelumnya diumumkan oleh perusahaan kepada ASX pada tanggal 27 April 2026 harus dipenuhi," jelas pengumuman Loyal Metal 20 Agustus 2026.
Proses akuisisi oleh emiten berkode saham BUMI ini telah melewati sejumlah tahapan hukum di Australia sejak bulan lalu. Supreme Court of Western Australia melalui Justice Hill sebelumnya telah memberikan izin pada 10 Juli 2026 agar dokumen Scheme Booklet diedarkan kepada seluruh pemegang saham, sebelum akhirnya didaftarkan ke Australian Securities and Investments Commission (ASIC) pada 14 Juli 2026. Direktur Bumi Resources RA Sri Dharmayanti menjelaskan bahwa perseroan sebelumnya telah menandatangani scheme implementation deed (SID) sebagai kerangka dasar transaksi awal.
"Sampai dengan saat ini, proses akuisisi masih berada pada tahap pemenuhan persyaratan sehingga belum terjadi pengalihan dana maupun saham," pasar Sri dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (5/8/2026).
Ia menekankan status hukum transaksi sebelum seluruh syarat pendahuluan terpenuhi secara mutlak. "Persyaratan umum lainnya adalah jika, selama persyaratan-persyaratan tersebut belum seluruhnya terpenuhi, maka transaksi akuisisi belum dapat dinyatakan selesai dan belum menimbulkan akibat hukum apapun atas perpindahan kepemilikan Loyal Metals Limited kepada perseroan," terang Sri. Akuisisi senilai AUD 79,1 juta atau sekitar Rp977 miliar ini menjadi bagian dari strategi BUMI untuk mengejar target 50 persen pendapatan dari bisnis non-batu bara pada 2031.
Loyal Metals memiliki aset utama proyek tambang tembaga dan emas Highway Reward di Queensland, Australia, serta aset mineral kritis dan litium di Kanada dan Amerika Serikat.
Sekretaris Perusahaan Loyal Metals Ian Pamensky mengonfirmasi mekanis pengambilalihan seluruh modal saham perseroan dalam laporan resminya. "Skema akuisisi ini dilakukan oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) atau anak usaha yang sepenuhnya dimiliki BUMI untuk mengakuisisi 100% saham yang diterbitkan Loyal dengan pertimbangan tunai A$0,45 per saham Loyal," tulis Company Secretary Loyal Metals, Ian Pamensky dalam keterangannya Jumat (21/8/2026).
Bersamaan dengan kabar persetujuan akuisisi tersebut, harga saham BUMI di Bursa Efek Indonesia melonjak 6,32 persen ke level Rp202 per lembar pada sesi I perdagangan Jumat (21/8/2026) dengan nilai net buy investor asing mencapai Rp273 miliar. BRI Danareksa Sekuritas mencatat pergerakan teknikal saham BUMI berpotensi melanjutkan kenaikan setelah menembus angka resistennya.
"BUMI jika mampu breakout 190, saham berpotensi melanjutkan penguatan menuju 196-204," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam catatannya untuk perdagangan Jumat (21/8/2026). Secara fundamental, kinerja BUMI juga diperkirakan membaik hingga akhir tahun didorong oleh peningkatan produksi emas dan potensi kenaikan harga batu bara. "Selain bisnis emas, prospek batu bara BUMI mendapat katalis dari potensi kenaikan harga akibat El Nino, sementara volume produksi relatif terlindungi melalui penggunaan conveyor belt," tulis Samuel Sekuritas dalam risetnya, Rabu (12/8/2026).
Sepanjang semester I-2026, BUMI telah membukukan akumulasi pendapatan sebesar US$867 juta dengan laba bersih tercatat sebesar US$59 juta.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow