Wapres Gibran Dorong Hilirisasi Rompi Pintar untuk Anak Autis dari UB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendorong hilirisasi rompi pintar ADAPT-V karya mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang dirancang untuk anak dengan spektrum autisme agar bisa diproduksi massal dan masuk e-katalog, Jumat (4/9/2026).
Rompi pintar ini menggunakan sensor detak jantung dan gerakan yang terintegrasi dengan teknologi machine learning dan Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi dan meredam tantrum pada anak dengan autisme, sehingga memberikan sensasi seperti pelukan dengan mengembang saat tantrum terdeteksi dan kembali normal saat kondisi stabil, dilansir dari Detikcom.
Gibran menyatakan akan terus mendorong agar inovasi mahasiswa Indonesia tidak hanya berhenti pada publikasi, melainkan sampai pada proses hilirisasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Nanti kita hubungkan. Nanti gimana alur-alurnya bisa sampai mass production, masukin e-katalog," kata Gibran saat berkenalan langsung dengan rompi pintar tersebut di kantornya.
Lima mahasiswa UB menciptakan ADAPT-V sebagai teknologi wearable berbasis Deep Pressure Therapy (DPT) yang mengurangi respons tantrum pada penyandang autism spectrum disorder.
"Jadi ADAPT-V ini merupakan rompi pintar berbasis lift pressure therapy yang terintegrasi dengan machine learning dan IoT untuk mengurangi respons tantrum pada penyandang autism spectrum disorder Pak, atau yang sering kita kenal sebagai autisme," jelas salah satu mahasiswa UB yang diundang oleh Wapres.
Dia menambahkan, "Jadi dia bakal menyedot udara dari luar. Dia bakal membuka solar vault-nya Pak, dan menyedot udara dari luar untuk masuk ke rompi."
Selain rompi ADAPT-V, Gibran juga mengenal dua inovasi lain dari mahasiswa UB, yaitu Transaid sebagai alat deteksi karies sekunder dan Vitalsense yang memonitor tanda vital tubuh secara noninvasif dan real-time.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow