Kebijakan Luar Negeri Lindsey Graham Jadi Warisan Usai Meninggal

Smallest Font
Largest Font

Rekam jejak diplomasi internasional dan keterlibatan militer global menjadi sorotan utama setelah Senator senior Amerika Serikat dari Partai Republik, Lindsey Graham, meninggal dunia akibat penyakit mendadak pada usia 71 tahun.

Dilansir dari CNN, Graham mengembuskan napas terakhir tidak lama setelah menyelesaikan kunjungan diplomatiknya yang kesepuluh ke Ukraina sejak invasi Rusia dimulai pada 2022. Selain dukungannya yang gigih terhadap Ukraina, ia dikenal luas di Capitol Hill sebagai tokoh garis keras dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang vokal membela kepentingan militer di Irak, Iran, serta sekutu utamanya, Israel.

Karier politik senator asal South Carolina ini ditandai dengan hubungannya yang dinamis bersama para pemimpin besar Partai Republik, termasuk kedekatannya dengan Presiden Donald Trump. Rekaman audio kedaruratan yang diperoleh CNN menunjukkan petugas medis sempat merespons panggilan gagal jantung di kediaman Graham pada Sabtu malam sebelum pihak kantor resminya mengumumkan kabar duka tersebut ke publik.

Pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas simpati publik dan meminta ruang privasi di masa berkabung ini.

"Senator Graham’s family appreciates prayers at this time and asks for privacy during this incredibly difficult period," kata perwakilan juru bicara kantor Lindsey Graham.

Presiden Donald Trump segera memberikan penghormatan terakhir melalui platform media sosial Truth Social miliknya pada Minggu pagi waktu setempat.

"Senator Lindsey Graham, one of the greatest people and Senators I have ever known, is dead! He was always working, and was a true American Patriot. Lindsey will be greatly missed!!!" tulis Donald Trump.

Ucapan duka cita juga datang dari para kolega di parlemen, termasuk Pemimpin Mayoritas Senat John Thune yang memuji dedikasi Graham selama beberapa dekade di militer dan pelayanan publik.

"His influence on the federal judiciary, our national defense, and his beloved South Carolina will be felt for generations," kata John Thune.

Di kancah internasional, para pemimpin dunia yang pernah bekerja sama erat dengan Graham turut menyampaikan rasa kehilangan atas kepergian sang senator.

"Lindsey understood that the security of Israel and America are inseparable," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang sempat bertemu dua kali dengan Graham dalam sepekan terakhir menyatakan duka mendalam bagi rakyat Ukraina.

"Lindsey was a true defender of freedom and the values that make our world safer," ujar Volodymyr Zelensky.

Semasa hidupnya, Graham juga tercatat sebagai pendukung invasi AS ke Irak pada 2003 dan menentang keras penarikan penuh pasukan dari Afghanistan untuk mencegah ancaman terorisme baru.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed