Wasit Liga Premier Inggris Perketat Aturan Pelanggaran Bola Mati
Badan wasit sepak bola Inggris menginstruksikan para pengadil lapangan untuk menindak tegas aksi memeluk dan menarik pemain saat situasi bola mati pada kompetisi musim baru. Langkah tegas ini diambil menyusul evaluasi atas maraknya pelanggaran taktis yang lolos dari hukuman pada musim sebelumnya.
Fokus utama instruksi terbaru ini menyasar tindakan penahanan non-sepak bola, seperti pemain yang berfokus penuh pada lawan tanpa berniat mengejar bola. Wasit juga diminta menghukum bek yang sengaja membelakangi arah datangnya bola demi menahan pergerakan penyerang.
Kepala Wasit Liga Premier Howard Webb menegaskan bahwa para pengadil telah didorong untuk mengambil keputusan tegas tanpa harus memberikan peringatan berulang kali di lapangan.
"Kami mencoba membuat para petugas sepercaya diri mungkin untuk menghukum apa yang mereka lihat," kata Howard Webb, Kepala Wasit Liga Premier.
Pengetatan aturan ini dipicu oleh temuan evaluasi VAR musim lalu, di mana seperempat dari 20 intervensi VAR yang terlewatkan melibatkan pelanggaran penalti akibat pemain dijatuhkan jauh dari penguasaan bola.
"Jadi lebih sedikit peringatan, lebih banyak tindakan yang dihukum, dan jika ada pengurangan pelanggaran yang dihukum, itu harus menjadi hasil dari modifikasi perilaku pemain daripada kita yang tidak lagi menerapkannya," kata Howard Webb.
Meski tindakan tegas ditingkatkan, pihak penyelenggara menekankan tidak akan melarang kontak fisik secara berlebihan, termasuk kontak biasa terhadap penjaga gawang. Namun, kiper yang pergerakannya dibatasi secara jelas, seperti lengannya ditahan, tetap akan dilindungi oleh keputusan wasit.
"Jika kami mulai menghukum pelanggaran, pemain harus menyesuaikan taktik mereka," kata Howard Webb.
Perubahan fokus ini berpotensi mengubah peta taktik klub, mengingat skema bola mati menyumbang 269 gol di Liga Premier musim lalu. Arsenal tercatat sebagai tim paling efektif dengan mencetak 25 gol dari bola mati sekaligus hanya kebobolan tujuh kali, sementara Liverpool menjadi tim paling rentan usai kebobolan 19 gol.
"Dan kemudian situasi seperti itu akan berkurang jumlahnya," kata Howard Webb.
Penerapan konsistensi keputusan para wasit akan diuji sepanjang musim berjalan untuk memastikan kepemimpinan laga tetap berjalan adil tanpa menghilangkan intensitas fisik wajar dalam pertandingan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow