WBC dan WBO Soroti Dampak Cedera Otak Usai Meninggalnya Prichard Colon
Badan tinju dunia World Boxing Council dan World Boxing Organization mengonfirmasi kematian mantan petinju Puerto Riko Prichard Colón pada usia 33 tahun, akibat kerusakan otak permanen yang dialaminya dalam pertarungan tahun 2015 di Virginia.
Colón mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan dampak perdarahan otak yang dideritanya pada laga kelas menengah ringan melawan Terrel Williams di Fairfax. Insiden tersebut menjadi kekalahan tunggal sepanjang karier profesionalnya yang semula mencatatkan 16 kemenangan beruntun, termasuk 13 kemenangan knockout.
Hasil analisis resmi menetapkan bahwa kerugian fisik yang dialami Colón dipicu oleh pukulan ilegal bertubi-tubi ke bagian belakang kepala. Benturan keras itu memaksa tim medis melakukan operasi darurat guna meredakan tekanan pada otaknya, sebelum sang petinju menghabiskan 211 hari dalam kondisi koma dan hidup dalam keadaan vegetatif selama 11 tahun.
Badan organisasi tinju dunia menegaskan bahwa tragedi ini mendorong evaluasi menyeluruh terhadap regulasi keselamatan atlet di dalam ring.
"'Juara Hati' ini menjadi simbol global ketahanan, iman, dan martabat," kata WBC.
Pihak organisasi juga memberikan apresiasi mendalam kepada pihak keluarga yang terus mendampingi masa perawatan panjang sang atlet.
"salah satu perjuangan hidup paling mengharukan dan sangat berani yang pernah disaksikan dunia," ujar WBC.
Kiprah Colón di dalam maupun luar ring tinju turut mendapatkan penghormatan tinggi dari badan tinju internasional lainnya.
"seorang pejuang hingga akhir hayat," kata WBO.
Lembaga tersebut menambahkan bahwa nilai keberanian sang mantan petinju memberi dampak besar bagi dunia olahraga.
"keberanian, kekuatan, dan semangat bertarungnya melampaui ring tinju," ujar WBO.
Penilaian tersebut dilanjutkan dengan apresiasi terhadap pengorbanan serta dedikasi penuh dari keluarga mendiang.
"Pertarungan terbesarnya menjadi bukti ketahanan dan cinta yang tak tergoyahkan dari keluarganya," kata WBO.
Di sisi lain, kekalahan resmi Colón dari Williams kala itu ditetapkan melalui diskualifikasi karena tim sudutnya melepaskan sarung tangan sebelum ronde ke-10 usai. Pascapertandingan tersebut, Williams sempat beristirahat dua tahun sebelum akhirnya pensiun pada 2019 dan kini beraktivitas sebagai pelatih tinju di Los Angeles.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow