Weston McKennie Memperkuat Lini Tengah Amerika Serikat di Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Gelandang Juventus Weston McKennie kini menjadi mesin utama tim nasional sepak bola pria Amerika Serikat yang berlaga di turnamen akbar Piala Dunia 2026. Pemain berusia 27 tahun tersebut mencatatkan penampilan ke-67 bersama negaranya dalam pertandingan pembuka turnamen tersebut.

Perjalanan McKennie menuju puncak karier sepak bola terbilang unik karena ia baru mengenal olahraga ini saat keluarganya pindah ke Jerman. Mengenang masa kecilnya saat sang ayah bertugas di Pangkalan Udara Ramstein, ia mengakui ketidaktahuannya terhadap olahraga tersebut.

"I didn’t even know soccer was a sport," ujar Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Setelah kembali ke Texas dan menimba ilmu di akademi FC Dallas, McKennie mengambil langkah berani dengan bergabung ke Schalke 04 di Jerman pada tahun 2016 hingga akhirnya menembus skuad utama Juventus. Dalam sesi wawancara khusus dengan ussoccer.com, ia membagikan rutinitas sederhananya saat bangun pagi.

"Open my eyes and brush my teeth." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Ia kemudian menjelaskan detail kebiasaan kebersihan dirinya ketika ditanya mengenai jenis sikat gigi yang ia gunakan sehari-hari.

"For me, I use manual." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Pemain yang dikenal dengan ketahanan fisiknya ini juga memiliki preferensi yang sangat spesifik mengenai pengaturan suhu kamarnya saat beristirahat di malam hari.

"I'd probably say 18°C (64°F)." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Selain kebiasaan di dalam rumah, McKennie dikenal memiliki selera mode yang unik dan berani, termasuk salah satu pakaian paling mencolok yang pernah ia kenakan.

"A cheetah-print tracksuit." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Pakaian olahraga bermotif unik tersebut rupanya masih disimpan dengan baik hingga saat ini sebagai salah satu barang berharganya.

"I do still own the tracksuit. It's like a golden memorabilia for me." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Mengenai gaya berbusana secara umum, mantan pemain Schalke ini menyukai pakaian yang memberikan ruang gerak bebas bagi dirinya.

"I would probably say my style is oversized. I can switch it up — elegant, street style. A mix." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Tren pakaian longgar ini dinilainya sangat mendukung kenyamanan aktivitasnya sehari-hari di luar lapangan hijau.

"Oh, yeah. Oversized clothes are just much more comfortable, much more freedom whenever you want to move around. It's everything." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Di luar dunia sepak bola, ia juga menikmati hiburan musik dan mengungkapkan pengalaman menonton konser terbaik yang pernah ia hadiri.

"Post Malone concert for sure." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Sebagai penggemar kisah fiksi, McKennie menyebutkan asrama Hogwarts yang paling cocok dengan kepribadiannya dalam seri Harry Potter.

"Gryffindor." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Ia juga memberikan pandangannya mengenai karakter yang menurutnya paling kurang mendapat apresiasi dalam kisah penyihir tersebut.

"Neville Longbottom." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Jika diberikan kesempatan untuk bertukar kehidupan dengan salah satu tokoh di dunia sihir tersebut, ia memilih karakter ikonik berambut merah.

"Ron Weasley." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Kepeduliannya terhadap sesama juga diwujudkan melalui pendirian yayasan kemanusiaan McKennie's Magical Youth Mission yang berfokus pada anak-anak kurang beruntung di Amerika Serikat dan Italia.

"I think just my love to work with kids. I have a big family. I have an older nephew that's 19, turning 20 this year, which is crazy.

Just giving back to the community, giving back to people that are less fortunate. Not necessarily just about sports, but inspiring people to do something better." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Saat berhadapan dengan kamera atau publik, ia juga memiliki gaya khas tersendiri dalam menunjukkan ekspresi kebahagiaannya.

"Smile with teeth." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

McKennie mengungkapkan bahwa kenangan terbaik yang selalu membuatnya bahagia adalah momen liburan bersama keluarga setelah ia merantau ke Eropa.

"I think the first year that I moved to Europe and I got to come back for Christmas and spend it with my family." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Sebagai pemain serbabisa yang pernah dipasang di berbagai posisi, ia menegaskan posisi favorit yang paling krusial bagi perannya di lapangan.

"Number eight position. Box-to-box midfielder." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Meskipun lama berkarier di Eropa, ia tetap merindukan kuliner khas dari tempat asalnya di Texas.

"The barbecue." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Secara lebih spesifik, ia sangat menyukai hidangan pendamping masakan rumah yang kerap dibuat oleh ibunya.

"Macaroni and cheese. My mom makes amazing macaroni and cheese." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Selama tinggal di benua Eropa, kemudahan akses untuk menjelajahi berbagai negara dan budaya baru menjadi hal yang paling ia syukuri.

"I think the culture and the fact that it's easy to travel and get to different places. You can drive two hours and experience a whole different culture." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Kemampuan beradaptasinya di berbagai negara juga didukung oleh penguasaan sejumlah bahasa asing yang ia pelajari sepanjang kariernya.

"Spanish, Italian, German and English." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Ia pun membagikan satu frasa bahasa Italia yang bermakna pentingnya menjaga kontak mata saat melakukan tradisi bersulang.

"Devi guardare negli occhi quando fai chen. And that means you have to look me in my eyes when you cheers." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Andai tidak menjadi atlet sepak bola profesional, McKennie mengaku akan memilih pekerjaan lain yang menantang fisik seperti saudaranya atau berkarier di NFL.

"I'd be a firefighter like my brother, or I'd be in the NFL for sure." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Dalam olahraga American football tersebut, ia sudah memikirkan posisi spesifik yang ingin ia mainkan di lapangan.

"Wide receiver." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Kepribadiannya yang hangat membuat dirinya dinilai secara positif oleh para sahabat terdekatnya dalam kehidupan sehari-hari.

"Funny, super, super, super duper mature, and loving and caring." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

McKennie juga tidak ragu menyebutkan sosok paling berpengaruh yang selalu mendampingi dan mendukung penuh perjalanan karier profesionalnya.

"My mom." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Ia pun selalu memegang teguh nasihat berharga dari pelatih mentalnya semasa muda mengenai totalitas dalam mengejar impian utama.

"My mental conditioning coach when I was younger said, "If you have an A plan, don't have a B plan because you're not going to invest everything into your A plan."" kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Menghadapi turnamen Piala Dunia 2026, ia berharap pengorbanan dan kerja kerasnya di lapangan dapat memberikan kebanggaan bagi seluruh pendukung.

"I hope after the tournament they are just proud, in a sense of knowing that I gave everything I had, left everything on the field, and sacrificed everything to try and get results." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Di samping urusan teknis sepak bola, keimanan Kristen yang kuat menjadi fondasi utama dalam kehidupan McKennie, seperti yang ia cantumkan dalam profil media sosialnya dilansir dari beliefnet.com.

"All glory to God." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Meskipun sempat mengalami masa-masa sulit akibat cedera dan masa pinjaman di Leeds United, ia tetap melihat setiap fase kariernya sebagai rencana Tuhan yang terbaik.

"I believe in God. I believe there's always a plan, there's a journey that's set out for you, and everything happens for a reason. So, I still view my move to Leeds as a step forward for me.

It might not be in other people's eyes. But I think that's what I needed at that time in my career." kata Weston McKennie, Gelandang Timnas AS.

Di level klub, performa impresif McKennie bersama Juventus pada musim breakout 2025-2026 dengan torehan 12 gol di semua kompetisi berbuah manis. Manajemen klub asal Turin tersebut resmi memberikan perpanjangan kontrak jangka panjang yang mengikat sang pemain hingga tahun 2030.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed