Yasinta Moiwend Mengaku Dijebak dalam Film Dokumenter Pesta Babi

Smallest Font
Largest Font

Tokoh adat sekaligus pejuang lingkungan asal Papua Selatan Yasinta Moiwend mengaku dijebak dan diperdaya oleh pembuat film untuk terlibat dalam film dokumenter berjudul Pesta Babi pada hari Minggu, 24 Mei 2026. Yasinta menyatakan bahwa pernyataan serta kehadirannya dalam sinema tersebut telah disalahgunakan tanpa persetujuan yang jelas dari dirinya selaku representasi masyarakat adat.

Keterlibatan Yasinta Moiwend dalam tayangan tersebut memicu reaksi keras karena konten yang disajikan dianggap memanipulasi fakta di lapangan. Menurut pengakuan Yasinta, pihak produser awalnya datang dengan dalih melakukan wawancara biasa mengenai kondisi lingkungan dan sosial di wilayah Papua, bukan untuk memproduksi sebuah film dokumenter dengan narasi tertentu.

Dampak dari penayangan film ini langsung terasa pada stabilitas sosial masyarakat adat di wilayah Papua Selatan. Yasinta Moiwend merasa nama baiknya dan integritas perjuangan lingkungannya selama ini telah dimanfaatkan demi kepentingan sepihak oleh para pembuat film tersebut.

Persoalan ini bermula ketika kru produksi film mendekati Yasinta Moiwend dengan alasan ingin mendokumentasikan aspirasi masyarakat terkait penyelamatan hutan adat. Namun, setelah film resmi dirilis ke publik, hasil penyuntingan video justru menempatkan Yasinta dalam sudut pandang yang tidak sesuai dengan prinsip serta komitmen aslinya.

"Saya merasa sangat diperdaya dan dijebak dalam produksi film ini. Pernyataan-pernyataan saya dipotong dan diarahkan untuk mendukung narasi yang sebenarnya tidak pernah saya setujui sejak awal," ujar Yasinta Moiwend saat memberikan klarifikasi resminya kepada media.

Yasinta menambahkan bahwa dirinya tidak pernah menandatangani lembar persetujuan penggunaan dokumen video (release form) untuk kepentingan film komersial maupun dokumenter investigatif berskala luas. Hal ini membuat komunitanya merasa dirugikan secara moral dan adat.

Geger Pengakuan Mama Yasinta Aktivis Papua: Merasa Dibohongi Dijebak Masuk Film Pesta Babi | Tribunnews

Tuntutan Penghentian Distribusi Film

Merespons situasi ini, Lembaga Pemantau Independen bersama beberapa perwakilan hukum masyarakat adat segera melayangkan tuntutan resmi kepada pihak produser. Mereka mendesak agar penayangan dan distribusi film Pesta Babi segera dihentikan di seluruh platform digital maupun pemutaran fisik.

Terdapat beberapa poin utama yang menjadi tuntutan dari pihak Yasinta Moiwend dan koalisi masyarakat adat terkait polemik ini. Tuntutan tersebut mencakup kepatuhan hukum serta pemulihan hak moral tokoh adat yang bersangkutan.

  • Penghentian segera seluruh bentuk penayangan film Pesta Babi di bioskop, festival, dan platform streaming digital.
  • Penyampaian permohonan maaf secara terbuka dari pihak rumah produksi kepada Yasinta Moiwend dan masyarakat adat Papua Selatan.
  • Penghapusan seluruh materi visual dan audio yang menampilkan figur Yasinta Moiwend dari arsip publik film tersebut.

Dukungan Lembaga Hukum

Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Indonisia mengonfirmasi bahwa tindakan eksploitasi terhadap tokoh adat demi kepentingan konten sinematik tanpa izin merupakan pelanggaran serius. Pihaknya kini sedang menyusun langkah hukum formal jika somasi pertama tidak diindahkan oleh pembuat film.

Berdasarkan catatan kronologis dan dokumen yang dihimpun oleh tim hukum, berikut adalah lini masa dari perkembangan kasus pengakuan penjebakan ini hingga situasi terakhir:

Kondisi di lapangan saat ini menunjukkan adanya gelombang solidaritas dari sesama aktivis lingkungan di Papua yang mendukung penuh sikap tegas Yasinta. Pihak rumah produksi film Pesta Babi sendiri belum memberikan pernyataan resmi atau jawaban terkait tuntutan penghentian distribusi yang diajukan sejak pagi tadi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed