Sutradara Dandhy Laksono Ungkap Fakta Film Dokumenter Pesta Babi
Sutradara Dandhy Laksono mengungkapkan fakta mengenai esensi film dokumenter Pesta Babi yang tengah memicu perbincangan publik. Karya terbaru sutradara ekspedisi Indonesia Baru ini menyoroti realitas sosial dan dampak lingkungan di tanah Papua.
Hingga pertengahan Mei 2026, film dokumenter berdurasi 95 menit tersebut telah diputar secara swadaya oleh masyarakat di ratusan titik. Gelombang pemutaran ini dimulai secara resmi sejak 12 April 2026 melalui aktivasi pemutaran komunal atau nonton bareng.
Sutradara Dandhy Laksono menjelaskan bahwa karya ini berfokus pada dinamika eksploitasi alam di wilayah paling timur Indonesia tersebut. Judul film sendiri mengambil metafora dari tradisi bakar batu papua yang sakral.
Narasi dalam sinopsis film dokumenter pesta babi ini menggambarkan bagaimana perubahan bentang alam memengaruhi kehidupan masyarakat adat. Di sisi lain, agenda penayangan sinema independen ini menghadapi berbagai hambatan siber.
Koalisi masyarakat sipil mencatat adanya upaya sistematis untuk menggagalkan agenda penayangan pada 9 Mei 2026. Sebanyak 17 akun di platform X dan Instagram secara serempak melabeli agenda nonton bareng tersebut sebagai hoaks.
Akun-akun tersebut mengunggah poster acara "500 Layar Nobar" yang dibubuhi stempel palsu demi mengecoh calon penonton. Profil 17 akun penyebar disinformasi ini tercatat baru dibuat pada April 2026 dengan jumlah pengikut di bawah 10 orang.
Salah satu contohnya adalah akun bernama Siti Zahra yang hanya memiliki 7 pengikut di media sosial. Akun tersebut mengunggah 13 konten sejak 3 April 2026, dengan 7 di antaranya berisi narasi menyerang film Pesta Babi.
Intervensi Lapangan dan Pembubaran Massa
Selain hambatan digital, pemutaran fisik di beberapa daerah turut menghadapi represi dan pembubaran oleh aparat keamanan. Koalisi masyarakat sipil memberikan keterangan tertulis pada Ahad, 10 Mei 2026 terkait pembubaran pemutaran film oleh TNI.
Insiden intervensi ini memicu pertanyaan publik mengenai alasan di balik pengetatan izin pemutaran tersebut. Pertanyaan seperti "kenapa film pesta babi dilarang tni" kemudian menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari oleh netizen.
Meskipun menghadapi tekanan di beberapa titik, antusiasme ruang akademik dan komunitas sipil tetap berjalan di kota lain. Diskusi publik dan bedah film tetap terlaksana di Universitas Andalas Padang serta Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Pekanbaru.
Data Penayangan Komunal Film Dokumenter
Dalam memberikan pernyataan kepada Tempo pada 12 Mei 2026, Dandhy Laksono memaparkan data persebaran lokasi penayangan. Angka distribusi penayangan ini menjadi indikator besarnya atensi publik terhadap isu yang diangkat.
Berikut adalah data sebaran penayangan komunal film Pesta Babi jika dibandingkan dengan rekor dokumenter Watchdoc terdatar:
| Nama Film Dokumenter | Waktu Pengamatan | Jumlah Lokasi Penayangan |
|---|---|---|
| Pesta Babi (2026) | 1 Bulan (Pertengahan Mei) | 800 Lokasi |
| The EndGame (2021) | 1 Bulan (Rekor Tertinggi) | 1.500 Layar |
Agenda nonton film pesta babi di berbagai daerah hingga kini masih terus berjalan secara independen menggunakan jaringan komunitas. Penyelenggara di tingkat lokal menggunakan ruang publik, sekretariat komunitas, hingga pelataran warga untuk menyelenggarakan pemutaran.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow