Yukie PAS Band Mengalami Kecelakaan Mobil di Bandung
Vokalis PAS Band, Yuki Arifin Martawidjaja alias Yukie Tendo, mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai mobil putih di Jalan AH Nasution, Sukamiskin, Arcamanik, Bandung, pada Sabtu (15/8/2026) siang. Kendaraan sang vokalis mengalami luka parah setelah ditabrak pengemudi lain yang mengalami microsleep saat berkendara.
Kecelakaan tersebut memicu kerusakan berat pada mobil yang dikendarai Yukie. Bagian depan mobil mengalami penyok akibat hantaman keras, pintu di sisi pengemudi rusak di bagian tengah dan bawah, serta roda depan kanan patah dari posisinya.
Akibat benturan keras tersebut, Yukie langsung dilarikan ke rumah sakit dan harus menjalani tindakan medis berupa operasi. Saat ini kondisi sang vokalis dipastikan sudah stabil dan berpindah ke ruang perawatan inap.
Drummer PAS Band, Sandy, mengonfirmasi detail insiden dan perkembangan kondisi medis rekan satu bandnya tersebut melalui wawancara dan unggahan di akun Threads miliknya.
"Ada luka 10 jahitan. Sudah stabil dan udah di ruang rawat," kata Sandy, drummer PAS Band, saat dihubungi Minggu (16/8/2026).
Sandy menjelaskan bahwa pengemudi yang menabrak mobil Yukie mendadak hilang kendali karena kondisi fisik yang sangat lelah. Pihak penabrak diduga mengalami microsleep atau tertidur sejenak di balik kemudi saat melaju di jalanan.
"Keluarga penabrak sudah kooperatif, ternyata microsleep," ujar Sandy.
Pihak keluarga penabrak telah menemui pihak keluarga Yukie untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
"Sudah meminta maaf dan bertanggung jawab," ujar Sandy.
Sebelum memberikan pernyataan resmi, Sandy juga sempat membeberkan kronologi awal di akun media sosial miliknya untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi yang beredar luas di masyarakat.
"Dari semalam banyak banget yang DM nanya kondisi @yukietendo. Tadinya kami ga mau share karena takut salah, tapi informasi sudah beredar," tulis Sandy.
Ia menyampaikan dugaan awal terkait kelalaian pengemudi yang memicu tabrakan tersebut.
"Kemarin siang Yuki mengalami kecelakaan saat membawa mobil putih ini dan ditabrak oleh kendaraan lain yang diduga tidak fokus (diduga main HP)," tulis Sandy di akun @sandypasband_.
Sandy mengunggah foto penanganan medis Yukie yang sedang terbaring dengan kepala terbalut perban cokelat.
"Semalam sudah dilakukan penanganan dijahit di kepala," tulis Sandy di akun @sandypasband_.
Ia pun meminta doa dari para penggemar demi kesembuhan sang vokalis.
"Mohon doa semoga segera pulih," tulis Sandy di akun @sandypasband_.
Sandy juga menegaskan bahwa seluruh proses medis telah berjalan baik dan kondisi Yukie terus membaik.
"Kondisi sudah stabil pascaoperasi, alhamdulillah," kata Sandy.
Ia mengulangi kepastian terkait penanganan luka jahitan di kepala sang vokalis.
"Ada luka 10 jahitan. Namun sekarang sudah stabil dan sudah pindah ke ruang rawat inap," kata Sandy.
Sandy menegaskan iktikad baik dari keluarga penabrak yang siap menanggung seluruh dampak dari peristiwa kecelakaan ini.
"Keluarga penabrak sudah kooperatif, ternyata microsleep. Sudah meminta maaf dan akan bertanggung jawab," papar Sandy.
Kecelakaan ini terjadi tidak lama setelah kabar duka menyelimuti grup musik PAS Band. Pada awal Agustus 2026, bassist PAS Band, Trisno, baru saja meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis akibat penyakit gagal ginjal.
Pakar keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, turut menyoroti bahaya microsleep yang menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas tersebut.
"Microsleep adalah sebuah kondisi di mana otak pengemudi blank karena terlalu lelah akibat tidak beristirahat untuk refresh secara berkala," jelas Sony kepada detikcom, beberapa waktu lalu.
Sony membagikan panduan keselamatan yang wajib diterapkan para pengendara agar terhindar dari kondisi hilang kesadaran sesaat di jalan raya.
"Biasakan tidur cukup sebelum mengemudi dan istirahat berkala. Ketika saat mengemudi dan badan sudah memberikan sign nguap, pegal-pegal, artinya harus stop dan istirahat, stretching ringan," saran Sony.
Pandangan senada disampaikan Founder dan Lead Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu. Ia menegaskan pentingnya menjaga kewaspadaan dan refleks saat memegang kendali setir.
"Mengemudi dalam keadaan lelah sangat berbahaya karena dapat mengurangi konsentrasi dan respons terhadap situasi di jalan," kata Jusri beberapa waktu lalu.
Jusri menyarankan pengendara untuk berhenti beristirahat setiap 2 hingga 3 jam sekali dengan durasi tidur 15–30 menit, disertai peregangan otot leher, bahu, tangan, dan kaki.
"Pengemudi yang lelah cenderung melakukan kesalahan, seperti salah memperhitungkan jarak atau kecepatan," ujar Jusri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow