Adobe Tegaskan Kreativitas Manusia Tetap Ungguli AI

Smallest Font
Largest Font

Penggunaan artificial intelligence (AI) semakin marak di kalangan konten kreator, namun keunggulannya tidak akan mampu menandingi kekuatan kreativitas manusia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh pihak Adobe dalam acara IDEATALKS 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2026), sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Vice President, Community & Partner Product Marketing Adobe, Parima Deshpande, menilai AI sebatas alat bantu yang akan bernasib sama seperti berbagai teknologi terdahulu. Oleh sebab itu, tingkat relevansi dari para penggunanya akan selalu ditentukan oleh kreativitas yang mereka miliki.

"AI dapat membantu anda meningkatkan efisien. Jadi, orang-orang kreatif dapat memanfaatkan AI untuk menjadi lebih produktif dan efisien. Yang akan terus berlanjut adalah kekuatan kreativitas manusia untuk terhubung dengan audiens Anda. Itu tidak akan pernah berubah," kata Parima Deshpande, Vice President, Community & Partner Product Marketing Adobe.

Meskipun teknologi kecerdasan buatan mampu melahirkan bentuk-bentuk karya baru dalam beberapa kondisi, Adobe mengingatkan bahwa sistem ini dirancang untuk mendampingi dan bukan menggantikan peran manusia. Kreativitas individu pada akhirnya tetap menjadi pemenang utama di industri kreatif.

"Pertanyaannya adalah, keterampilan apa yang menjadi lebih penting di era AI? Selera, penilaian, selera kreatif atau penilaian kreatif. Ada 8 miliar orang di planet ini, namun setiap orang Indonesia, setiap 290 juta orang di Indonesia, memiliki kreativitas yang unik," ujar Parima Deshpande.

Menurut penjelasan Deshpande, kunci utama dalam mengasah keterampilan di era modern adalah kemampuan mengembangkan sudut pandang pribadi. Hal tersebut dapat membentuk keunikan tersendiri yang membuat sebuah karya tampil menonjol di tengah persaingan.

"Itulah pembeda terbesar yang akan membantu Anda menonjol," jelas Parima Deshpande.

Konten kreator di internet kini dihadapkan pada beragam pilihan format penyajian karya, mulai dari desain grafis, foto, hingga video. Setiap media memiliki karakteristik tersendiri, sehingga menguasai berbagai format tersebut memberikan keunggulan tersendiri.

Kendati demikian, para kreator tidak dituntut untuk menguasai seluruh media secara bersamaan. Keahlian yang mendalam pada satu bidang tetap menjadi landasan utama bagi seseorang untuk menjadi pakar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed