AirNav Perpanjang Penutupan Tujuh Bandara Akibat Abu Gunung Anak Krakatau

Smallest Font
Largest Font

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memicu perpanjangan penutupan operasional tujuh bandar udara hingga Senin (7/9/2026) pukul 23.59 WIB. Langkah antisipasi keselamatan navigasi penerbangan ini dikonfirmasi oleh AirNav Indonesia sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Penghentian sementara operasional tersebut diterbitkan melalui pembaruan Notice to Airmen (NOTAM). Tujuh fasilitas penerbangan yang terdampak meliputi Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP), Radin Inten II Lampung (TKG), Husein Sastranegara Bandung (BDO), Budiarto Curug (RTO), Pondok Cabe (PCB), Muhammad Taufiq Kiemas (WILP), serta Salakanagara Tanjung Lesung Pandeglang (WIHI).

Penutupan Halim Perdanakusuma berlaku mulai pukul 17.29 WIB lewat NOTAM A3386/26 NOTAMR A3372/26, disusul Radin Inten II pada pukul 17.36 WIB melalui NOTAM B1153/26 NOTAMR B1142/26. Sementara itu, Husein Sastranegara dihentikan operasionalnya mulai pukul 17.41 WIB berdasar NOTAM C1116/26 NOTAMR C1109/26.

Adapun Bandar Udara Budiarto Curug mulai ditutup pukul 17.39 WIB via NOTAM C1115/26 NOTAMR C1108/26, sedangkan Pondok Cabe menyusul pukul 17.47 WIB sesuai NOTAM C1118/26 NOTAMR C1111/26. Dua lokasi lain, yakni Muhammad Taufiq Kiemas dan Salakanagara Tanjung Lesung, masing-masing ditutup pukul 17.45 WIB (NOTAM C1117/26 NOTAMR C1110/26) serta pukul 17.50 WIB (NOTAM C1119/26 NOTAMR C1112/26).

"Penyesuaian status operasional bandar udara tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," kata EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).

Pihak otoritas penerbangan terus memantau pergerakan abu vulkanik dan kondisi ruang udara secara berkala. Pembaruan informasi aeronautika bakal terus disesuaikan dengan kondisi faktual di lapangan demi menjaga standar keselamatan udara.

"AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu," kata Hermana.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed