Akamai Mengingatkan Risiko Keamanan Siber Ekosistem AI Perusahaan

Smallest Font
Largest Font

Adopsi Artificial Intelligence yang meningkat pesat pada sistem produksi perusahaan di kawasan Asia Pasifik memicu risiko keamanan siber kompleks akibat luasnya ekosistem teknologi tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Penggunaan AI yang mulanya sebatas eksperimen kini telah bergeser ke tahap operasional langsung. Kondisi ini membuat tingkat kerentanan infrastruktur digital perusahaan kian tinggi dan membutuhkan strategi mitigasi khusus.

Security Technology and Strategy Director Asia-Pacific and Japan Akamai, Reuben Koh, menjelaskan sifat dasar teknologi AI yang berbeda dari aplikasi konvensional.

"Akibatnya, mengukur risiko yang dibawa AI ke dalam organisasi menjadi jauh lebih kompleks," ungkap Reuben, dalam keterangan yang diterima detikINET.

Akamai memetakan empat titik paling rawan dalam ekosistem AI, meliputi data sensitif saat pelatihan sistem, celah pada API, kerentanan model AI terhadap manipulasi maupun halusinasi, serta hak akses identitas. Risiko finansial dan operasional dinilai melonjak tajam saat organisasi menerapkan Agentic AI yang memiliki kewenangan mengeksekusi tindakan secara mandiri.

Ancaman lain muncul dari praktik Shadow AI, yakni tindakan karyawan yang menggunakan alat AI eksternal tanpa izin resmi. Pengunggahan kode sumber atau data klien ke platform publik dapat membocorkan rahasia perusahaan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Akamai mengintegrasikan teknologi LayerX yang diakuisisi menjadi Workforce Protector guna mengontrol aktivitas AI karyawan. Di samping itu, Akamai memanfaatkan jaringan edge terdistribusi yang memantau lebih dari 30 persen trafik internet dunia untuk mengumpulkan dua terabyte data serangan harian demi memperkuat intelligence sistem pertahanan berlapis.

Reuben menekankan pentingnya merancang proteksi sejak awal perancangan arsitektur AI agar tidak mengulang kesalahan pada era komputasi awan.

"Dalam AI, keamanan harus dirancang sejak awal bersama keputusan mengenai arsitektur, performa, dan biaya. Jangan sampai sistem keamanan baru dipikirkan kemudian hari," tegasnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed