Anak-Anak Angelina Jolie Resmi Ajukan Penghapusan Nama Belakang Brad Pitt

Smallest Font
Largest Font

Dua anak mantan pasangan selebritas Angelina Jolie dan Brad Pitt, yakni Zahara Marley Jolie-Pitt dan Maddox Chivan Jolie-Pitt, resmi mempublikasikan permohonan hukum untuk menghapus nama belakang ayah mereka. Langkah tersebut dilakukan melalui iklan pengumuman di surat kabar Los Angeles Daily Journal secara berturut-turut hingga Juli 2026 sebagai syarat wajib hukum California.

Dilansir dari Page Six dan USA Today, dokumen pengadilan menunjukkan pengumuman permohonan Zahara dimuat pada tanggal 16 Juni, 23 Juni, 30 Juni, dan 7 Juli. Sementara itu, petisi resmi milik Maddox dipublikasikan pada tanggal 10 Juni, 17 Juni, 24 Juni, dan 1 Juli.

Prosedur hukum di California mewajibkan pemohon perubahan nama untuk menerbitkan petisi di surat kabar lokal agar hakim dapat mengabulkan permohonan jika tidak ada keberatan tertulis. Agenda persidangan final untuk permohonan Maddox dijadwalkan berlangsung pada 14 September 2026, sedangkan sidang Zahara akan digelar pada 28 September 2026.

Sebelum mengajukan permohonan hukum ini, Zahara telah melepaskan nama belakang ayahnya dan diperkenalkan sebagai Zahara Marley Jolie saat upacara kelulusan di Spelman College pada Mei lalu. Maddox juga sudah menggunakan nama Maddox Chivan Jolie dalam kredit film ibunya yang berjudul 'Couture' pada Februari, serta dilaporkan telah memakai nama dokumen tidak resmi tanpa embel-embel Pitt sejak tahun 2021.

Selain Zahara dan Maddox, sejumlah anak dari mantan pasangan yang menikah pada 2014 dan berpisah pada 2016 ini juga mengambil langkah serupa. Shiloh telah resmi menanggalkan nama belakang ayahnya pada 2024, sementara Vivienne dan Knox juga ikut menjauhkan diri dari nama tersebut, di mana Knox menggunakan nama Knox Jolie pada ijazah kelulusannya dari Fusion Academy.

Pihak perwakilan Brad Pitt menuduh situasi keretakan hubungan ini terjadi akibat pengaruh dari mantan istrinya.

"wellbeing" ujar Angelina Jolie, Aktris.

Mantan istri Brad Pitt tersebut menyatakan bahwa dirinya belum kembali menjalin hubungan asmara sejak bercerai satu dekade lalu demi memprioritaskan keluarga.

“Sejujurnya, saya belum berkencan sejak bercerai satu dekade lalu. Saya merasa bagian hidup itu tidak menjadi pusat perhatian ketika saya berfokus pada anak-anak dan keluarga,” kata Angelina Jolie, Aktris.

Ia menambahkan bahwa saat ini dirinya ingin kembali menjalani kehidupan secara lebih terbuka setelah melewati masa-masa yang sulit.

“Saya berpikir bahwa saya harus hidup kembali. Bebas kembali,” ujarnya.

Di sisi lain, pihak keluarga dekat aktor pemeran film Mr. and Mrs. Smith tersebut menyampaikan respons emosional mengenai keputusan anak-anaknya.

"heartbroken" kata Brad Pitt, Aktor.

Menurut laporan dari BBC, aktor tersebut merasa sedih atas situasi keretakan yang terjadi namun memilih tetap menghormati keputusan anak-anaknya.

Fenomena pergantian nama belakang akibat keretakan hubungan dengan orang tua ini ternyata juga dialami oleh masyarakat umum, salah satunya warga California bernama Hannah Leonard-Ripley yang menghapus nama ayahnya setelah proses perceraian orang tua di masa kecil.

"I've never felt like my last name reflected the love that encompasses my life," kata Hannah, Warga California.

Ia menjelaskan bahwa keputusan penggantian nama tersebut diambil demi memastikan identitas barunya mencerminkan kasih sayang yang ia terima dari lingkungan saat ini.

"And I wanted to make sure that my name reflected that. My mother's love and also my husband's love are very abundant and so important to me." lanjut Hannah, Warga California.

Kasus serupa juga dialami oleh seorang warga asal Lincolnshire bernama Maggie yang memilih mengganti nama belakang mengikuti nama keluarga ibunya karena merasa tidak nyaman sejak masa sekolah.

"I didn't want to be associated with it," ujar Maggie, Warga Lincolnshire.

Ia menuturkan bahwa proses administrasi ini sempat terasa melelahkan meskipun dirinya sudah sangat yakin dengan keputusan tersebut.

"It was so frustrating when I was so sure it was something I wanted to do," kata Maggie, Warga Lincolnshire.

Ia menegaskan bahwa perubahan identitas hukum ini memberikan dampak positif bagi kenyamanan emosionalnya sendiri.

"I feel more like myself" ujar Maggie, Warga Lincolnshire.

Ia juga menambahkan alasan utamanya melakukan pergantian dokumen kependudukan tersebut.

"I wanted to be part of my mum's family," kata Maggie, Warga Lincolnshire.

Menanggapi fenomena ini, pakar sejarah nama dari University of Chester menilai bahwa nama keluarga memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan jati diri seseorang.

"Surnames have a close connection to identity," kata Dr Harry Parkin, Dosen University of Chester.

Sementara itu, konselor keluarga menjelaskan bahwa bagi individu yang terasing dari orang tua mereka, pergantian nama dapat berfungsi sebagai mekanisme pertahanan psikologis.

"help you separate yourself from something that could be problematic or traumatic" ujar Dr Becca Bland, Konselor Keluarga.

Peneliti hubungan keluarga dari University of the West of England menambahkan bahwa keputusan orang dewasa untuk memutus hubungan keluarga biasanya melewati proses pertimbangan yang matang.

"with a great amount of care and consideration over time," kata Dr Lucy Blake, Peneliti University of the West of England.

Ia juga menegaskan bahwa tindakan menjauhkan diri dari anggota keluarga tersebut bukanlah sebuah respons yang dilakukan secara spontan.

"without much thought." tutup Dr Lucy Blake, Peneliti University of the West of England.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed