Andi Syamsuddin Tawar Akuisisi 62 Persen Saham Bayan Resources dengan Diskon Besar

Smallest Font
Largest Font

Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam mengajukan tawaran akuisisi sekitar 62,2 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan nilai yang jauh lebih rendah dibanding harga pasar saham perusahaan tambang batu bara tersebut, menurut laporan pada September 2026.

Tawaran tersebut mencapai sekitar 3 miliar dolar AS atau setara Rp 49,8 triliun, yang merepresentasikan diskon lebih dari 80 persen dari nilai pasar saham BYAN saat ini, yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp 446,7 triliun.

Saham BYAN pada perdagangan Kamis (10/9/2026) turun hingga 3,45 persen ke level Rp 13.300 per saham, merespons kabar tawaran akuisisi tersebut, sebagaimana dilansir CNBC Indonesia dan Kompas.com.

Corporate Secretary BYAN, Jenny Quantero, menegaskan dalam keterbukaan informasi pada 18 Agustus 2026 bahwa perseroan tidak mengetahui adanya rencana akuisisi saham oleh Haji Isam maupun pihak terkait. "Saat ini Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham Perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut," ujar Jenny.

Jenny juga menambahkan, "Perusahaan tidak memiliki informasi mengenai porsi saham yang akan dialihkan dan/atau nilai transaksi sehubungan dengan informasi mengenai rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham tersebut." Pernyataan ini menegaskan ketidakpastian atas rencana akuisisi tersebut.

Direktur Utama PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), Indra Irawan, menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana mengambilalih mayoritas saham BYAN. "Tidak terdapat rencana untuk mengakuisisi PT Bayan Resources Tbk (BYAN), sehingga Perseroan tidak ada rencana keterbukaan informasi maupun timeline pelaksanaan akuisisi yang dapat disampaikan oleh Perseroan," ujar Indra.

Struktur kepemilikan saham BYAN per 31 Agustus 2026 mencatat Dato' Low Tuck Kwong menguasai 40,251 persen saham dan anaknya Elaine Low sebesar 22,002 persen, atau total sekitar 62,253 persen. Proporsi ini hampir sama dengan saham yang menjadi objek tawaran akuisisi Haji Isam.

Nilai transaksi yang ditawarkan oleh Haji Isam untuk 62,2 persen saham BYAN sekitar Rp 52,5 triliun, jauh di bawah nilai pasar yang diperkirakan mencapai Rp 282,1 triliun untuk porsi saham tersebut. Bloomberg mencatat tawaran ini mencerminkan diskon sekitar 80 persen dari nilai pasar.

Perbedaan harga ini menjadi sorotan pasar dan mencerminkan karakteristik transaksi blok besar yang bisa berbeda dari harga pasar reguler akibat struktur kepemilikan dan likuiditas saham yang terbatas.

Industri batu bara juga menjadi perhatian karena menghadapi tekanan jangka panjang seiring pergeseran ke energi bersih dan kebijakan pembatasan produksi oleh pemerintah. Bayan Resources termasuk perusahaan yang terdampak pemangkasan kuota produksi batu bara.

Jika akuisisi terealisasi, Haji Isam yang mengendalikan Jhonlin Group akan memperkuat posisinya di industri batu bara nasional sebagai salah satu taipan terbesar, dengan tambahan skala bisnis dari Bayan Resources yang memproduksi ribuan ton batu bara dan mengoperasikan pelabuhan pendukung.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed