Antam Catat Laba Rp 6,9 Triliun Semester I 2026 Didukung Penjualan Emas

Smallest Font
Largest Font

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatat laba periode berjalan sebesar Rp 6,91 triliun pada semester I 2026, naik 34% dibandingkan semester I 2025 yang sebesar Rp 5,14 triliun, menurut laporan resmi perusahaan per 29 Agustus 2026.

Penjualan bersih Antam pada periode tersebut mencapai Rp 62,71 triliun, tumbuh 6% dari Rp 59,02 triliun pada semester I 2025. Penjualan domestik berkontribusi Rp 60,15 triliun atau 96% dari total penjualan, mencerminkan strategi perusahaan memperkuat basis pelanggan di dalam negeri.

Produk emas memberikan kontribusi terbesar sebesar 80% dari total penjualan dengan nilai Rp 50,39 triliun, naik 1% dibanding tahun sebelumnya. Volume penjualan emas mencapai 18.080 kg, sedangkan produksi emas dari tambang perusahaan sebesar 433 kg pada semester I 2026.

Direktur Utama Antam Untung Budiharto menyatakan, "Perusahaan mampu mempertahankan kinerja keuangan yang positif pada semester I 2026 berkat penguatan kinerja operasional serta penerapan disiplin pengelolaan modal kerja, arus kas, dan likuiditas secara konsisten."

Untung menambahkan, "Pencapaian tersebut menjadi landasan bagi Antam untuk terus meningkatkan kinerja melalui penguatan beyond operational excellence sehingga perusahaan dapat semakin unggul, adaptif, dan mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan."

Antam juga membukukan laba kotor sebesar Rp 10,85 triliun, meningkat 32% dibanding Rp 8,24 triliun pada semester I 2025. Laba usaha naik 38% menjadi Rp 8,44 triliun. Pendapatan lain-lain naik 41% menjadi Rp 559,37 miliar, terutama dari laba selisih kurs dan keuntungan entitas asosiasi.

Nilai laba bersih per saham dasar mencapai Rp 265,85, naik 36% dari Rp 195,43 pada semester I 2025, menurut data perusahaan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmira mengungkapkan, "Fokus kami adalah memastikan kinerja profitabilitas dapat dikonversikan menjadi arus kas yang sehat dan berkelanjutan dengan memperkuat disiplin pengelolaan modal kerja dan persediaan."

Posisi aset Antam pada semester I 2026 melonjak 27% menjadi Rp 61,27 triliun, sementara ekuitas naik 14% menjadi Rp 38,53 triliun. Kas dan setara kas perusahaan mencapai Rp 9,23 triliun, memberikan fleksibilitas finansial untuk operasional dan proyek strategis.

Segmen nikel memberikan kontribusi 17% terhadap total penjualan senilai Rp 10,41 triliun, naik 32% dari tahun sebelumnya. Produksi bijih nikel mencapai 7,78 juta wet metric ton, dengan penjualan 6,77 juta wet metric ton. Penjualan feronikel juga tumbuh 32% menjadi 7.605 ton.

Segmen bauksit dan alumina menyumbang 3% dari total penjualan dengan nilai Rp 1,88 triliun, meningkat 28% dibanding semester I 2025. Produksi bauksit sebesar 1,28 juta wet metric ton, sementara produksi alumina tercatat 100.257 ton, naik 12% dibanding tahun sebelumnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed