Antam Raih Laba Bersih Rp 6,91 Triliun Hingga Semester I 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) membukukan laba bersih sebesar Rp 6,91 triliun dengan total pendapatan mencapai Rp 62,71 triliun hingga semester I-2026. Capaian positif ini ditopang oleh optimalisasi operasional serta efisiensi di tengah dinamika industri pertambangan, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Kamis (10/9/2026).

Pertumbuhan kinerja bisnis perusahaan disokong oleh fokus pengembangan strategi hilirisasi pada tiga komoditas utama, yaitu emas, nikel, dan bauksit. Selain itu, pilar utama pertahanan finansial perseroan berasal dari disiplin pengelolaan portofolio serta kesehatan keuangan yang teruji.

"Antam terus berfokus menjaga fundamental keuangan melalui pengelolaan biaya yang disiplin, optimalisasi kinerja operasional, serta penguatan bisnis pada komoditas utama. Strategi tersebut kami jalankan sejalan dengan pengembangan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan mendukung pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan," ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira, dalam keterangan tertulisnya.

Dari sektor logam mulia, perseroan mencatatkan penjualan emas mencapai 18,1 ton yang menyumbang pendapatan sebesar Rp 50,39 triliun. Perseroan juga mematangkan proyek manufaktur Logam Mulia di Gresik berkapasitas 30 ton per tahun yang kini memasuki tahap prakonstruksi.

Sementara pada segmen nikel, Antam memproduksi 7,78 juta wet metric ton (wmt) bijih nikel dan menjual 6,77 juta wmt. Pengembangan rantai bisnis nikel terus diperluas mencakup sektor pertambangan, RKEF, HPAL, hingga manufaktur sel baterai kendaraan listrik.

"Kami ingin memastikan sumber daya yang dimiliki Perseroan dapat memberikan nilai tambah yang semakin optimal melalui pengembangan rantai bisnis yang lebih terintegrasi, dengan tetap memperhatikan aspek keekonomian proyek dan pengelolaan risiko," jelas Arini.

Pada komoditas bauksit, penguatan integrasi dilakukan dari fasilitas Chemical Grade Alumina (CGA) di Tayan berkapasitas 300 ribu ton hingga kepemilikan 40 persen saham di Smelter Grade Alumina (SGA) Mempawah berkapasitas 1 juta ton per tahun.

Hingga akhir semester I-2026, perseroan menghimpun total aset sebesar Rp 61,27 triliun, ekuitas Rp 38,53 triliun, serta posisi kas dan setara kas sebesar Rp 9,23 triliun.

"Kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, disiplin investasi, dan pengelolaan risiko. Setiap agenda pengembangan akan kami jalankan secara prudent agar memberikan nilai tambah yang optimal sekaligus menjaga kesehatan keuangan Perseroan dalam jangka panjang," pungkasnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed