Aparat Keamanan Siagakan Pasukan Antisipasi Rencana Demonstrasi Mahasiswa
Aparat kepolisian dan TNI menyiagakan personel pengamanan di Jakarta menyusul adanya rencana aksi unjuk rasa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) terkait pelemahan nilai tukar rupiah serta kondisi ekonomi nasional.
Langkah kesiagaan ini diambil setelah elemen mahasiswa memberikan tenggat waktu selama 18 hari kepada pemerintah untuk mengatasi kemerosotan nilai mata uang serta penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengimbau seluruh elemen masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi agar tetap menjaga ketertiban selama jalannya aksi massa.
"Terkait dengan kegiatan di masyarakat, tentu kita selalu mengimbau agar semua kegiatan dilaksanakan dalam bentuk yang tertib," kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/6/2026) seperti dilansir Kompas.com.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa hak berpendapat di muka umum tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas publik.
"Kami Polri tentunya akan terus menjaga agar apapun bentuk kegiatan penyampaian aspirasi dari masyarakat semuanya dalam kondisi yang tertib dan itu menjadi tujuan kita bersama dengan situasi yang ada," ujar Sigit.
Sementara itu, Mabes TNI juga menyatakan kesiapan penuh dari seluruh jajaran prajurit untuk mengawal stabilitas keamanan negara di tengah berembusnya isu pergerakan massa di media sosial.
"Ada demo, nggak ada demo, TNI siap 24 jam. Kalau saya bilang bukan 24 jam lagi, jam kerja saya 25 jam, 8 hari. Jadi kalau mau dikerahkan sekarang, kami siap," kata Kapuspen TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas kepada awak media di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026) seperti dilansir Liputan6.com.
Kendati demikian, Brigjen TNI Muhammad Nas menambahkan bahwa hingga saat ini jajaran internal TNI belum melakukan langkah antisipasi khusus atau pengamanan luar biasa.
"Belum sampai ke sana. Belum," singkat Nas.
Sebelumnya, potensi eskalasi gerakan massa ini juga sempat diprediksi oleh mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel, pascasidang vonis perkara dugaan korupsi sertifikasi K3 Kemnaker pada Kamis, 4 Juni 2026.
"Kita sudah lihat dolar semakin tinggi, IHSG juga babak belur. Itu salah satu indikator bahwa ke depan bisa muncul gejolak sosial yang berawal dari gejolak ekonomi," ujar Noel pekan lalu.
Noel menyarankan agar Presiden Prabowo Subianto segera memperkuat barisan koalisi politik strategis demi membentengi jalannya pemerintahan dari potensi guncangan eksternal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow