Apple Luncurkan iPhone Duo dan iPhone 18 Pro

Smallest Font
Largest Font

Raksasa teknologi Apple meluncurkan ponsel lipat pertamanya, iPhone Duo, serta melini iPhone 18 Pro di markas utamanya di California, Amerika Serikat, pada Rabu, 9 September 2026. Peluncuran perdana ini dipimpin oleh Chief Executive Officer Apple yang baru, John Ternus, yang menggantikan Tim Cook.

iPhone Duo yang dikembangkan selama delapan tahun ini dibanderol mulai dari 1.999 dolar AS hingga 3.200 dolar AS. Perangkat ini memiliki layar luar berukuran 5,4 inci dan layar lipat dalam berukuran 7,6 inci dengan antarmuka yang dirancang khusus serta dibekali fitur tahan debu.

Peluncuran perangkat baru ini menandai era kepemimpinan baru di Apple setelah Tim Cook mengundurkan diri dan menjabat sebagai Chairman Eksekutif Dewan Direksi.

"Produsen lain telah membuat ponsel lipat yang terasa seperti dua ponsel yang disatukan secara canggung," kata Ternus.

Ia mengklaim perangkat ciptaan Apple ini berhasil mendefinisikan ulang pengalaman menggunakan ponsel lipat.

"Ini sepenuhnya baru dan di saat yang sama terasa sangat familiar. Dengan ukuran yang serupa dengan paspor Anda, perangkat ini terasa familiar untuk dipegang dan nyaman digunakan dengan satu tangan," ujar Ternus.

Ternus juga memperkenalkan kemampuan kecerdasan buatan Siri AI sebagai pusat personal pintar yang beroperasi langsung di dalam perangkat demi menjaga privasi pengguna.

"Pihak lain melihat data tersebut sebagai sesuatu untuk dikumpulkan dan disimpan. Di sini, bahkan Apple pun tidak dapat mengakses apa yang menjadi milik Anda," tegas Ternus.

Analis dari lembaga riset IDC EMEA, Francisco Jeronimo, menyoroti tantangan berat yang dihadapi Apple di pasar global.

"Pertarungan sebenarnya ada di Tiongkok, di mana Huawei menguasai hampir 80 persen pasar ponsel lipat," kata Jeronimo.

Analis utama dari FDM CCS Insight, Ben Wood, menilai momen kepemimpinan baru ini sudah direncanakan secara matang oleh perusahaan.

"Tidak ada yang terjadi secara kebetulan di Apple," kata Wood.

Wood memproyeksikan porsi pasar ponsel lipat global yang saat ini hanya dua persen diperkirakan meningkat menjadi empat persen dalam dekade berikutnya.

Analis dari Creative Strategies, Carolina Milanesi, menyatakan tantangan utama bagi konsumen ada pada penyesuaian penggunaan.

"Ponsel lipat adalah perangkat yang menarik. Banyak orang tertarik padanya, tetapi perangkat lunak dan kurva pembelajaran yang Anda hadapi saat berpindah dari ponsel tradisional ke ponsel lipat itu nyata," kata Milanesi.

Sementara itu, Analis Forrester Dipanjan Chatterjee mengingatkan risiko finansial dari produk harga tinggi ini.

"Ponsel lipat berisiko menjadi ornamen berharga mahal di portofolio produk, memberikan nilai gengsi tetapi tidak membawa pertumbuhan yang signifikan," kata Chatterjee.

Selain varian lipat, Apple juga memperbarui lini flagship konvensionalnya melalui iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang dijual mulai dari 1.199 dolar AS dan 1.299 dolar AS. Lini Pro dibekali chip A20 Pro berarsitektur 2nm dengan peningkatan kecepatan prosesor hingga 20 persen, performa grafis 40 persen lebih cepat, serta Neural Engine 32-core untuk pemrosesan kecerdasan buatan.

Pasca peluncuran tersebut, persaingan industri langsung memanas setelah Samsung New Zealand merilis iklan sindiran yang menampilkan seorang warga lokal bernama Tim Cook dari Palmerston North yang mengulas ponsel Samsung Galaxy Z Fold8.

"Hai. Saya Tim Cook, dari Palmy. Dan saya sedang mengulas Samsung Galaxy Z Fold8 baru saya," kata Cook dalam iklan tersebut.

Di akhir tayangan, ia memberikan kesan positif terhadap ponsel lipat pesaing tersebut.

"Ponsel terbaik yang pernah saya miliki. Anda bisa mengutip perkataan saya, Tim Cook dari Palmerston North," ujar Cook.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed