Arab Saudi Alami Gerhana Matahari Total Pertama dalam 75 Tahun pada 2027

Smallest Font
Largest Font

Arab Saudi diperkirakan akan mengalami gelap gulita pada siang hari akibat Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027, menjadi peristiwa pertama dalam 75 tahun terakhir yang melintasi wilayah kerajaan tersebut.

Fenomena ini akan menjadi gerhana matahari total pertama sejak 1952 yang dikenal sebagai Tahun Kegelapan karena langit berubah gelap pada siang hari ketika Bulan menutupi seluruh piringan Matahari, dilansir dari Gulf News.

Kepala Jeddah Astronomical Society, Majed Abu Zahra, menyebut jalur totalitas gerhana akan dimulai dari pesisir Laut Merah dan melintasi kota-kota besar seperti Makkah, Jeddah, Taif, Al Baha, Al Qunfudhah, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran di wilayah barat dan barat daya Arab Saudi.

Wilayah lain di Arab Saudi akan menyaksikan gerhana matahari sebagian dengan tingkat penutupan yang berbeda-beda.

"Cahaya siang akan meredup menyerupai suasana senja selama fase totalitas. Fenomena ini disertai penurunan suhu yang terasa, kemunculan korona Matahari, serta terlihatnya beberapa bintang dan planet di langit," ujar Majed Abu Zahra.

Pakar cuaca dan iklim Arab Saudi, Khaled Al Zaaq, menyatakan gerhana tersebut akan berlangsung hingga 5 menit 55 detik di beberapa lokasi, menjadikannya salah satu gerhana matahari total terlama yang dapat diamati di kawasan Timur Tengah sepanjang abad ke-21.

Selain korona Matahari, pengamat juga dapat menyaksikan efek cincin berlian (diamond ring effect) dan Baily's beads, yaitu kilatan cahaya Matahari seperti untaian mutiara di tepi Bulan.

Fenomena ini diprediksi menarik minat besar dari ilmuwan, fotografer, dan wisatawan astronomi global karena jalur totalitas melintasi kota-kota besar, menjadikan Arab Saudi sebagai destinasi utama untuk menyaksikan gerhana tersebut.

Meski fenomena Gerhana Matahari Total juga akan terjadi pada 12 Agustus 2026, Indonesia tidak termasuk dalam jalur lintasan gerhana tersebut dan hanya dapat mengikuti melalui siaran langsung lembaga antariksa internasional seperti NASA.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital serta BRIN mengklarifikasi informasi yang beredar soal gerhana total pada 2 Agustus 2026 yang disebut membuat bumi gelap selama enam menit adalah hoaks. Gerhana total yang membawa fenomena tersebut sebenarnya terjadi pada 2 Agustus 2027.

Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi sehingga menutupi seluruh piringan Matahari di wilayah bayangan inti Bulan (umbra). Karena posisi yang sangat presisi, fenomena ini hanya dapat diamati di wilayah tertentu dan tidak serentak di seluruh dunia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed