Arab Saudi Siapkan Tindakan Tegas Hadapi Blokade Laut Houthi
Pemerintah Arab Saudi menegaskan siap mengambil seluruh tindakan yang diperlukan guna melindungi kapal-kapalnya dari pengumuman blokade maritim oleh kelompok Houthi di Yaman. Langkah tegas ini diambil menyusul ancaman terhadap jalur pelayaran energi Kerajaan di kawasan Laut Merah.
Eskalasi ketegangan meningkat setelah Houthi mengumumkan larangan pelayaran maritim yang terkait dengan Arab Saudi. Kebijakan ini berpotensi mengganggu ekspor minyak harian dan telah memicu perubahan rute kapal tanker secara global.
Kementerian Luar Negeri Saudi menyampaikan penolakan keras atas tuduhan milisi tersebut serta menekankan perlindungan armada laut sesuai Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982.
"Kementerian Luar Negeri menyampaikan kecaman keras Kerajaan Arab Saudi atas pernyataan yang dilontarkan oleh sosok yang disebut sebagai juru bicara militer dari milisi teroris Houthi, yang menuduh Kerajaan mengepung rakyat Yaman yang bersahabat dan mengklaim adanya penerapan blokade laut terhadap Kerajaan," demikian bunyi penyataan Kementerian Luar Negeri Saudi.
Pemerintah Saudi berjanji menempuh jalur hukum dan militer untuk mengamankan wilayah perairannya dari potensi tindakan pembajakan.
Pernyataan senada disampaikan oleh pihak militer Koalisi pimpinan Saudi yang menilai ancaman Houthi sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional.
"Setiap tindakan bodoh yang dilakukan oleh musuh Saudi yang gegabah melalui segala bentuk eskalasi akan dibalas dengan eskalasi yang menyeluruh dan tegas," ucap Yahya Saree, Juru bicara militer Houthi.
Di sisi lain, juru bicara Koalisi menegaskan bahwa respons militer akan disesuaikan dengan tingkat ancaman di lapangan.
"Dengan tegas dan keras," kata Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, juru bicara Komando Pasukan Gabungan Koalisi.
Jalur pelayaran di Selat Bab el-Mandeb kini mendapat pengawasan khusus dari pasukan gabungan guna memastikan keselamatan lalu lintas kapal barang maupun pengangkut energi.
Sementara itu, Direktur Riset Komoditas Kpler menggarisbawahi dampak serius dari ancaman keamanan tersebut terhadap pasar pasokan minyak dunia.
"Perubahan perilaku oleh kapal tanker memberi tahu kita bahwa mereka menganggap ancaman tersebut secara serius," kata Matt Smith, Direktur Riset Komoditas Kpler.
Ia menambahkan bahwa gangguan pelayaran ini terjadi saat volume ekspor minyak Saudi melalui selat tersebut sedang mencapai angka tertinggi.
"Gangguan dari Houthi ini datang di waktu yang sangat krusial bagi Arab Saudi. Pasalnya, volume minyak mentah dan produk olahan Saudi yang melintasi Selat Bab el-Mandeb baru saja mencatatkan rekor tertinggi pada bulan lalu dengan menembus lebih dari 4 juta barel per hari," tambahnya.
Dampak dinamika ini memaksa sejumlah kapal tanker minyak memutar arah menuju Terusan Suez dan Tanjung Harapan, yang berkonsekuensi pada lonjakan biaya angkut serta kenaikan harga bensin di Amerika Serikat melebihi 4 dolar AS per galon.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow