Arkeolog Temukan Ruang Tersembunyi Neanderthal di Gua Gibraltar

Smallest Font
Largest Font

Para arkeolog dari Gibraltar National Museum menemukan ruang tersembunyi di Vanguard Cave, bagian dari kompleks gua Gorham's Cave di Gibraltar, yang tidak tersentuh cahaya dan udara selama minimal 40 ribu tahun. Ruang berukuran sekitar 13 meter tersebut tertutup oleh runtuhan pasir sejak akhir zaman Pleistosen, sehingga bagian dalamnya terlindungi dari gangguan lingkungan dan menyimpan artefak penting seperti tulang hewan, cangkang siput laut, dan peralatan batu yang berkaitan dengan manusia Neanderthal. Temuan ini memungkinkan para ilmuwan mengintip kehidupan Neanderthal yang bertahan di wilayah tersebut hingga sekitar 32 ribu tahun lalu, lebih lama dari perkiraan umum kepunahan Neanderthal sekitar 40 ribu tahun lalu, menurut sumber resmi Gibraltar yang dilansir dari Detik iNET.

Artefak yang ditemukan meliputi tulang lynx, hyena tutul, burung nasar griffon, dan cangkang whelk yang diduga dibawa manusia ke dalam gua. Selain itu, peralatan batu dengan teknologi Mousterian ditemukan di permukaan lantai ruang, menggambarkan tradisi pembuatan alat Neanderthal.

Gibraltar telah lama menjadi lokasi penting untuk penelitian Neanderthal dengan kompleks gua Gorham's Cave yang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dan menyimpan bukti aktivitas manusia selama sekitar 120 ribu tahun. Bukti arkeologi menunjukkan kehidupan Neanderthal yang kompleks, termasuk pemanfaatan sumber daya laut seperti cangkang kerang, tulang ikan, anjing laut, dan lumba-lumba, serta pembuatan tar dari kayu birch sebagai perekat alat yang membutuhkan kontrol panas tertentu.

Penemuan gigi susu anak di dekat pintu masuk gua mengindikasikan gua digunakan bukan hanya sebagai tempat singgah pemburu, tetapi juga untuk aktivitas sehari-hari oleh kelompok keluarga Neanderthal. Ruang tersembunyi ini juga memiliki sedimen yang terlindungi dari kontaminasi modern, memberikan peluang untuk penelitian DNA purba dari sampel sedimen lantai gua demi menemukan jejak DNA manusia dan organisme lain, serta menganalisis serbuk sari dan sisa tumbuhan mikroskopis untuk memahami lingkungan saat itu.

Para peneliti berharap menemukan struktur tempat api di bagian dalam gua yang bisa memberikan informasi penting melalui jejak arang dan perubahan kimia pada sedimen akibat aktivitas pembakaran. Penemuan ini bukan sekadar gua tua, tetapi ruang yang berhenti berubah selama puluhan ribu tahun dan kini dibuka kembali untuk mengungkap kisah kehidupan Neanderthal terakhir di Gibraltar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed