Arab Saudi Temukan 110 Juta Ton Mineral Tanah Jarang di Madinah
Arab Saudi mengumumkan penemuan sekitar 110 juta ton bijih mineral tanah jarang dan uranium di wilayah Madinah pada Konferensi Umum Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria, Senin (14/9/2026). Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman Al Saud memaparkan bahwa temuan skala besar tersebut teridentifikasi melalui serangkaian studi geologi dan eksplorasi di kawasan proyek Jabal Sayid, yang berjarak sekitar 350 kilometer di timur laut Jeddah. "Studi eksplorasi dan geologi di proyek Jabal Sayid di Madinah, telah mengungkap perkiraan sumber daya sekitar 110 juta ton bijih dengan konsentrasi tinggi mineral tanah jarang, khususnya unsur-unsur berat, serta konsentrasi uranium yang menjanjikan," ungkap Pangeran Abdulaziz dalam konferensi tersebut.
Lokasi Jabal Sayid diperkirakan menyimpan 552.000 ton logam tanah jarang berat seperti disprosium dan terbium, 355.000 ton logam tanah jarang ringan seperti neodimium dan praseodimium, serta 31.000 ton uranium. Penemuan ini dinilai menempatkan proyek tersebut di antara situs sumber daya mineral kritis yang paling signifikan di dunia.
"Eksplorasi dan studi geologi di proyek Jabal Sayid di Madinah mengungkapkan perkiraan sumber daya sekitar 110 juta ton bijih dengan konsentrasi tinggi mineral tinggi jarang, terutama unsur-unsur berat, di samping konsentrasi uranium yang menjanjikan," ungkap Abdulaziz saat pidato di forum itu. Pemerintah Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan pengelolaan sumber daya mineral nasional agar dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi dan industri yang berkelanjutan.
"Kerajaan berupaya semaksimal manfaat yang diperoleh dari sumber daya ini dan mengubahnya dari sumber daya alam jadi nilai ekonomi dan industri yang berkelanjutan," imbuh dia. Pengembangan proyek nuklir nasional Kerajaan Arab Saudi dipastikan berjalan sesuai rencana untuk mendukung bauran energi masa depan.
"Dan kami berkomitmen pada transparansi dalam semua kegiatan pengembangan energi nuklir kami," ucap dia. Pengungkapan potensi mineral ini juga memperkuat hasil kesepakatan antara Arab Saudi dan Amerika Serikat yang ditandatangani pada November 2025 serta kerja sama nuklir sipil pada 22 Juli lalu. "Penelitian dan studi geologi di proyek Jabal Sayid di wilayah Madinah telah mengidentifikasi sumber daya perkiraan sekitar 114 juta ton bijih yang mengandung unsur bumi langka, terutama unsur bumi langka berat, di samping konsentrasi yang menjanjikan uranium," kata Pangeran Abdulaziz dilansir dari kuwait times, Selasa (15/9/2026).
Pengembangan proyek energi ini memperkuat posisi proyek Jabal Sayid di kancah pertambangan internasional.
"Ini menempatkan proyek ini di antara situs-situs sumber daya bumi langka yang paling signifikan saat ini yang sedang dikembangkan secara global," ujarnya. Pangeran Abdulaziz menambahkan bahwa kolaborasi internasional semakin solid pascakunjungan tingkat tinggi Kerajaan ke Amerika Serikat. "Ke arah ini mendapatkan momentum tambahan selama kunjungan HRH, Putra Mahkota Amerika Serikat, ke Amerika Serikat pada November 2025, ketika kedua negara menandatangani kerangka kerja untuk kerjasama mengenai mineral kritikal dan pengekalan rantai pasokan," kata Pangeran Abdulaziz.
Sektor pertambangan Arab Saudi selanjutnya menjalin kemitraan strategis antara perusahaan negara Ma'aden dan MP Materials asal Amerika Serikat untuk pemrosesan unsur tanah jarang dan produksi uranium.
"Setelah itu, terjadi kemitraan antara Perusahaan Pertambangan Arab Saudi, Ma'aden, dan perusahaan Amerika MP Materials untuk mengembangkan kemampuan untuk pengolahan dan pemisahan unsur bumi langka serta produksi uranium yang terkait," pungkasnya. Dalam kesempatan forum IAEA ke-70 tersebut, Pangeran Abdulaziz kembali menegaskan kebutuhan diversifikasi energi di tengah meningkatnya kebutuhan industri global.
"Diversifikasi sumber energi dan memastikan keandalan serta keberlanjutannya menjadi hal yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan keamanan energi," ujarnya. Arab Saudi juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi penyuplai energi terkemuka di tingkat global.
"Arab Saudi telah mengkonsolidasikan posisinya sebagai sumber energi yang puzzles dan mitra aktif di pasar energi global, sambil terus menginvestasikan berbagai sumber dayanya di sektor energi dan mineral," ujarnya. Pengembangan fasilitas nuklir Kerajaan dipastikan mematuhi seluruh koridor hukum internasional dan dilakukan secara terbuka. "Pencantuman energi nuklir dalam campuran energi nasional dilakukan di bawah kerangka regulasi yang solid sesuai dengan kewajiban internasional Kerajaan," tambah menteri.
Menteri Energi Arab Saudi menutup keterangannya dengan menekankan sifat damai dari seluruh program energi atom yang sedang dikembangkan Kerajaan.
"Program nuklir Saudi bersifat damai dan jelas, dan tidak berada dalam di pegunungan atau bunker," katanya, seraya menambahkan bahwa program ini didasarkan pada transparansi dan komitmen terhadap standar internasional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow