Pendiri Hyrox Minta Maaf Atas Insiden Kebersihan di Hyrox Beijing

Smallest Font
Largest Font

Pendiri Hyrox, Moritz Furste, menyampaikan permohonan maaf usai pemegang rekor dunia Joanna Wietrzyk mengalami masalah pencernaan di tengah perlombaan Hyrox Beijing, Cina, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

Wietrzyk tetap melanjutkan kompetisi saat menjalani sesi walking lunges membawa kantong pasir meski kakinya terkena kotorannya sendiri akibat diare. Pihak panitia penyelenggara tidak menghentikan jalannya perlombaan tersebut.

Kejadian ini memicu kritik publik terkait standar kebersihan dan kesehatan atlet. Hal itu menjadi perhatian serius karena Hyrox menerapkan sistem penggunaan lintasan serta peralatan olahraga secara bersama-sama oleh para peserta.

Pihak penyelenggara lokal telah mengambil tindakan medis dan sanitasi di lokasi ajang olahraga tersebut untuk menjaga keamanan area perlombaan.

"Setelah insiden itu, panitia penyelenggara segera menutup dan mengisolasi daerah yang terkena dampak dan melacak, dan menyelesaikan desinfeksi komprehensif," kata penyelenggara Hyrox China.

Atas keterlambatan respons petugas di lapangan selama pertandingan berlangsung, Furste memberikan penjelasan resmi dan menyampaikan penyesalannya secara terbuka.

"Hyrox membuat kesalahan dengan tidak langsung bereaksi selama balapan. Pada akhirnya adalah tugas saya untuk meramalkan potensi insiden ini, dan saya tidak melakukannya," kata Furste.

Mantan atlet hoki asal Jerman tersebut juga menegaskan komitmennya untuk mengevaluasi seluruh prosedur keselamatan dan manajemen krisis dalam event mendatang.

"Saya perlu berbicara langsung kepada kalian semua mengenai peristiwa-peristiwa terbaru di Tiongkok. Saya meminta maaf kepada semua pihak yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung, serta kepada semua orang yang merasa kami tidak menangani situasi ini sebagaimana mestinya. Hyrox melakukan kesalahan dengan tidak bereaksi segera selama balapan berlangsung. Pada akhirnya, tugas saya adalah menganticipasi insiden-insiden potensial semacam ini-dan saya tidak melakukannya," tulis Furste.

Guna mengantisipasi kejadian serupa di masa depan, manajemen Hyrox langsung memperbarui standar operasional prosedur bagi seluruh jajaran panitia.

"Mulai saat ini, telah diberlakukan aturan dan prosedur baru untuk mencegah terulangnya situasi seperti ini," lanjutnya.

Pihak manajemen berjanji akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi di tingkat internasional.

"Kami belajar dan berusaha menjadi lebih baik setiap hari," katanya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed