Pertamina Patra Niaga Terapkan Standar BDKT di 753 SPBE

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak 753 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) Pertamina Patra Niaga di seluruh Indonesia menerapkan standar Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT). Langkah ini memastikan ketepatan takaran serta keamanan LPG subsidi maupun nonsubsidi, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Senin (14/9).

Kepastian penerapan standar tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri di Fuel Terminal Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Peninjauan mencakup pemeriksaan takaran dan kelayakan tabung LPG 3 kg sebelum dikirim ke masyarakat.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Patra Niaga Eko Ricky menyampaikan bahwa proses pengisian tabung di fasilitas Padalarang telah memenuhi ketentuan BDKT secara penuh, sejalan dengan pengawasan ketat di seluruh wilayah operasional.

"Pertamina Patra Niaga berkomitmen penuh memastikan setiap tabung Elpiji yang diterima masyarakat memiliki kuantitas dan kualitas yang tepat sesuai standar. Saat ini, sebanyak 753 SPBE pengisian Elpiji, baik subsidi (PSO) maupun non-subsidi di seluruh Indonesia telah 100 persen menerapkan standar BDKT," ujar Eko Ricky.

Selain ketepatan isi, pengawasan rutin dan sosialisasi aspek keselamatan tabung dilakukan bersama Kementerian Perdagangan serta dinas tingkat provinsi guna menjamin keamanan konsumen di lapangan.

"Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Kementerian Perdagangan, khususnya Direktorat Metrologi dan dinas terkait di daerah, yang intens berkolaborasi mendampingi pengawasan operasional kami di lapangan. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik, baik dari segi kuantitas maupun kualitas produk Elpiji," tutur Eko Ricky.

Pemerintah menegaskan pentingnya pengawasan langsung di lapangan untuk menjamin kelancaran rantai distribusi serta pemenuhan hak-hak konsumen atas produk yang akurat.

"Pengawasan ini adalah wujud kehadiran pemerintah untuk melindungi hak-hak konsumen secara menyeluruh. Konsumen berhak mendapatkan Elpiji 3 kg dengan isi dan takaran yang presisi sesuai ketentuan. Kolaborasi yang erat ini penting untuk memastikan rantai distribusi Elpiji berjalan transparan dan tepat sasaran," ujar Dyah Roro Esti Widya Putri.

Pengawasan ini juga ditujukan untuk menjaga keandalan pasokan LPG di tingkat regional dan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok energi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed