Siswi SMA New York Kena Skors Usai Tolak Buang Kopi
Seorang siswi kelas 12 Beaver River Central School di Castorland, New York, bernama Julie Kaputa, dijatuhi hukuman skors pada hari pertama sekolah, 3 September, akibat menolak membuang minuman kopi yang dibawanya ke dalam kelas, seperti dilansir dari Detik Food.
Hukuman tersebut dipicu oleh pemberlakuan kode etik baru di Beaver River Central School yang melarang murid membawa makanan maupun minuman dari luar ke dalam area sekolah.
Julie mendapati teguran langsung dari pengajar saat memasuki ruangan kelas pertamanya sambil membawa cangkir minuman tersebut.
"Saya masuk, membawa kopi, lalu tiba di kelas pertama. Guru saya berkata, 'Saya harus meminta kamu membuangnya, menghabiskannya sekarang, atau pergi ke kantor,'" kata Julie.
Guna menyoroti kejelasan prosedur penetapan kebijakan anyar tersebut, Julie sengaja memilih untuk tidak membuang minuman minumannya. Ibu Julie, MaryAnne Kaputa, menyatakan bahwa pihak sekolah seharusnya menggelar forum dengar pendapat publik sebelum memberlakukan larangan tersebut.
"Katanya harus ada dengar pendapat publik. Kapan itu dilakukan? Kami tidak pernah mengetahuinya. Apakah diumumkan?" kata MaryAnne.
Aturan tahun sebelumnya hanya membatasi pengantaran makanan tanpa izin staf, sedangkan aturan baru melarang total barang konsumsi dari luar hingga memicu petisi penolakan dari orang tua dan staf. Menanggapi gelombang protes, Kepala Beaver River Central School, Todd Green, memberikan klarifikasi atas pelaksanaan rapat dewan pada Agustus lalu.
"Walaupun proses peninjauan tahunan kami dalam praktiknya menyerupai dengar pendapat publik, kami mengakui bahwa pemberitahuan sebelumnya tidak secara jelas mencantumkan istilah 'Dengar Pendapat Publik'," kata Green.
Pihak manajemen sekolah berkomitmen memperbaik penamaan administratif rapat tersebut sekaligus mengapresiasi keberanian Julie dalam menyampaikan aspirasinya.
"Senang melihat siswa membela apa yang mereka yakini. Kami sangat menghargai hal itu karena sering kali hal tersebut tidak terjadi," kata Green.
Julie kini telah diizinkan kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, sementara sanksi skorsing dipastikan tidak masuk ke dalam catatan permanen siswi tersebut. Pihak sekolah dijadwalkan menggelar forum dengar pendapat publik resmi susulan pada 14 September.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow