Mikel Arteta Mengecam Keputusan Penalti Sunderland Saat Arsenal Menang

Smallest Font
Largest Font

Manajer Arsenal Mikel Arteta mengecam keras keputusan penalti yang diberikan kepada Sunderland saat kedua tim bertanding di Stadium of Light pada Minggu (13/9/2026) dini hari WIB. Sebagaimana dilansir dari Bola, Arsenal tetap memenangi laga lewat gol Bruno Guimaraes dan penalti Bukayo Saka, meski keputusan wasit John Brooks yang mengesahkan penalti Sunderland melalui VAR sempat memicu protes keras.

Hukuman penalti diberikan setelah Ezri Konsa dianggap melakukan pelanggaran menahan Dan Ballard di area terlarang. Kendati eksekusi 12 meter dari Enzo Le Fee berhasil digagalkan kiper Arsenal David Raya, keputusan wasit dan penjelasannya oleh Premier League tetap dinilai keliru oleh pihak tim tamu.

Premier League melalui akun resmi X menjelaskan bahwa keputusan pemberian penalti telah diperiksa serta dikonfirmasi oleh VAR. Hasil rekaman percakapan menunjukkan Brooks melihat Konsa memegang Ballard di dekat tiang dalam posisi menghadap ke arah yang salah, sehingga VAR tidak menemukan alasan untuk mengubah keputusan awal tersebut.

Keputusan tersebut memicu amarah Arteta yang menilai penalti semacam itu berpotensi merusak perebutan gelar juara liga.

"Ini tidak dapat diterima di level seperti ini," ujar Arteta.

Arteta merasa keputusan hakim garis dan VAR sangat keliru hingga ia harus menyaksikan tayangan ulang berkali-kali.

"Ini bisa mengubah jalannya musim. Perebutan gelar juara, ini tidak dapat diterima," katanya.

Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan penalti itu tidak seharusnya diberikan dalam situasi apa pun.

"Saya sudah melihatnya 10 kali untuk memastikan karena saya melihatnya secara langsung. Saya mengatakan, 'Tidak mungkin di level seperti ini itu akan menjadi penalti.' Karena itu seperti gerakan judo. Ini tidak boleh terjadi," ucapnya.

Arteta juga menekankan pengalaman panjangnya di dunia sepak bola profesional untuk mendukung ketidaksetujuannya.

"Saya sudah hampir 27, 28 tahun berada di sepak bola. Dalam situasi apa pun, pertandingan apa pun, konteks apa pun, liga mana pun, itu bukan penalti," tegas pelatih berusia 44 tahun itu.

Rasa kecewa tersebut kembali ia utarakan dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.

"Pertanyaan pertama yang harus kita bahas adalah ini. Ini tidak dapat diterima di level seperti ini," tegasnya.

Meski mengakui Sunderland tampil terorganisasi di tengah atmosfer stadion yang luar biasa, Arteta merasa sedih karena isu penalti menutupi jalannya laga yang menarik.

"Saya sudah menontonnya 20 kali dan tidak menemukan cara untuk memahami bagaimana mereka bisa memberikan penalti dalam situasi itu, atau bagaimana VAR harus melakukan intervensi," ujar Arteta.

Ia mengkhawatirkan dampak besar dari keputusan kontroversial seperti itu terhadap hasil akhir kompetisi.

"Saya sedih kita harus membicarakan hal ini setelah pertandingan yang begitu indah. Pada level seperti ini, keputusan itu memiliki dampak besar karena bisa mengubah jalannya musim dan membuat Anda kehilangan gelar juara."

Manajer Meriam London itu menutup pernyataannya dengan menegaskan pentingnya akurasi keputusan di level tertinggi.

"Pada level seperti ini, dengan semua kerja keras yang kami lakukan, hal seperti ini tidak boleh terjadi," kata pelatih asal Spanyol itu.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed