Aryna Sabalenka Melaju ke Babak Kedua Wimbledon 2026

Smallest Font
Largest Font

Petenis tunggal putri nomor satu dunia Aryna Sabalenka berhasil melaju ke babak kedua turnamen Grand Slam Wimbledon 2026 setelah menundukkan kualifikasi asal Serbia, Teodora Kostovic, pada hari Senin, 29 Juni 2026 di London.

Dilansir dari beinsports.com, petenis asal Belarusia tersebut meraih kemenangan dua set langsung dengan skor akhir 6-2 dan 6-3 dalam durasi pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 5 mnt.

Kemenangan di All England Club ini menjadi hasil positif bagi Sabalenka setelah sebelumnya ia menderita kekalahan mengejutkan dari Diana Shnaider di babak perempat final Prancis Terbuka.

"For the first match I feel pretty good," kata Sabalenka kepada The Guardian terkait performanya di pertandingan pembuka tersebut.

Sabalenka sempat kehilangan servisnya di pertengahan set kedua sebelum akhirnya membalas patahan servis Kostovic pada gim berikutnya untuk mengunci kemenangan.

"I’d say I rate myself eight out of 10. She brought a really good fight, stepped it up in the second set and pushed me. Happy I was able to close this match in straight sets." ujar Sabalenka.

Mantan psikolog olahraga pribadinya kembali berkonsultasi dengannya setelah hasil kurang memuaskan di Paris demi menjaga ketenangan mental di lapangan rumput.

"We all have nerves. We just try to put them away. I think with experience I have just become better at dealing with that." tutur Sabalenka.

Selain Sabalenka, petenis Jepang Naomi Osaka turut melangkah ke babak kedua usai mengalahkan Elsa Jacquemot 6-1, 7-5, sementara McCartney Kessler menundukkan Oleksandra Oliynykova dengan skor kembar 6-0, 6-0.

Pada kategori putra, juara bertahan Jannik Sinner harus berjuang ketat dalam lima set untuk melewati hadangan Miomir Kecmanovic dengan skor 4-6, 6-3, 6-7(6), 6-2, 6-3.

"It was a little tight in the beginning. I didn’t play at my best, but I tried to get into it," ujar Sinner seperti dikutip dari dailysabah.com.

Sinner sempat terjatuh hingga sepatunya bernoda darah akibat cedera kuku kaki, namun ia tetap mampu mendominasi sisa jalannya pertandingan sepanjang 3 jam 30 menit.

"I’m happy I turned it around because the third set was very tough to swallow." kata Sinner.

Sinner merasa beruntung karena wasit dan petugas pertandingan tetap mengizinkannya menyelesaikan laga meskipun seragam putihnya mulai terkena noda.

"I’m actually surprised they let me keep playing because my all-white outfit turned into a little red," tambah Sinner.

Sementara itu, Novak Djokovic memulai misinya mengejar gelar Wimbledon kedelapan dengan kemenangan 6-4, 5-7, 6-4, 6-4 atas petenis China, Wu Yibing.

"Playing on this surface, these kinds of matches are decided on a few points," tutur Djokovic.

Kemenangan atas Wu Yibing ini sekaligus menjadi laga perdana Djokovic di lapangan rumput pada musim kompetisi tahun ini.

"Thankfully, I have the experience of the last 20-plus years of playing on this court, which helps me manage the situation. It would be nice to combine the experience with a young, fresh body." kata Djokovic.

Nasib buruk menimpa finalis Prancis Terbuka Maja Chwalinska yang terpaksa tersingkir setelah mengalami cedera pergelangan kaki kanan saat berada di ambang kemenangan melawan Mananchaya Sawangkaew.

"I’m definitely very disappointed," kata Chwalinska dilansir dari The Guardian.

Chwalinska sempat melanjutkan pertandingan setelah mendapat perawatan medis, namun pergerakannya yang terbatas membuat ia kalah 2-6, 7-5, 6-2.

"I was one point from winning a match. It’s a grand slam, so of course every match is very, very important. But yeah, I’ll get through it. It’s tennis, it’s sport, so I will lose many more like this, and I will hopefully win some like that." tutur Chwalinska.

Pada pertandingan lain, unggulan keempat asal Amerika Serikat Jessica Pegula menebus kegagalan tahun lalu dengan menang 7-5, 6-3 atas Darja Vidmanova.

"I definitely wanted to redeem myself a bit from last year’s exit and then also the early exit at the French," ucap Pegula.

Pegula mengakui bahwa memori kegagalan di turnamen sebelumnya sempat memberikan tekanan mental tersendiri di awal laga.

"I did well in Australia, I’ve done well in the US Open the last few years [so I] wasn’t happy about that. Little extra nerves or pressure today, as well, just with that in mind but then also motivation at the same time." kata Pegula.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed