AS dan Iran Sepakati Peta Jalan Damai di Swiss

Smallest Font
Largest Font

Perundingan putaran pertama antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss berakhir dengan perkembangan baru pada Senin dini hari waktu setempat, di tengah ketegangan konflik Lebanon yang membayangi upaya perdamaian jangka panjang. Pihak mediator dari Qatar dan Pakistan mengumumkan bahwa pertemuan tingkat tinggi tersebut telah membuahkan hasil awal yang signifikan bagi kedua belah pihak. "kemajuan yang membesarkan hati," kata pihak mediator Qatar dan Pakistan.

Pernyataan bersama tersebut menegaskan bahwa dialog berjalan dengan baik guna meredakan konflik di Timur Tengah.

"berlangsung dalam suasana yang positif dan konstruktif," kata pihak mediator Qatar dan Pakistan. Meskipun belum ada kesepakatan mengenai program nuklir Iran, kedua negara menyetujui pembentukan jalur komunikasi darurat di Selat Hormuz.

"pembentukan mekanisme untuk pembicaraan teknis lebih lanjut." kata pihak mediator Qatar dan Pakistan. Selain itu, kedua belah pihak juga menyepakati kerangka waktu kerja sama bilateral untuk merumuskan perjanjian final dalam waktu dekat.

"peta jalan" kata pihak mediator Qatar dan Pakistan. Kesepakatan tersebut mencakup pembentukan unit khusus untuk memastikan penghentian operasi militer di Lebanon, tempat Israel dan Hizbullah bertempur. "sel dekonflik" kata pihak mediator Qatar dan Pakistan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa perkembangan penting telah dicapai, terutama mengenai isu Lebanon, meski mekanisme baru ini akan menghadapi ujian awal.

"kemajuan besar" ujar Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran. Di sisi lain, ketegangan politik tetap membayangi hubungan kedua negara akibat pernyataan keras dari Washington terkait batas waktu diplomasi. "apa pun yang saya inginkan" ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut merujuk pada tindakan yang akan diambil Amerika Serikat setelah periode 60 hari berakhir jika Iran tidak mematuhi kesepakatan.

"sebaiknya menjaga mulutnya." kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Sementara itu, Teheran menegaskan sikapnya mengenai hak pengembangan energi nasional yang tidak dapat diganggu gugat oleh pihak asing.

"tidak akan pernah mundur" kata Masoud Pezeshkian, Presiden Iran. Di luar ruang sidang, situasi regional sempat terganggu akibat insiden ledakan fasilitas gas di kawasan industri Ras Laffan milik Qatar.

"selama dimulainya operasi" kata pihak QatarEnergy, Perusahaan Energi Negara. Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya 54 orang terluka dan 18 lainnya hilang, namun otoritas Qatar menegaskan tidak ada kebocoran gas berbahaya yang terdeteksi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed