AS Hancurkan Dua Peluncur Roket Fajr-5 Milik Iran

Smallest Font
Largest Font

Pasukan militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara yang menghancurkan dua peluncur roket Fajr-5 milik Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz. Langkah ini diambil usai Korps Garda Revolusi Islam Iran dituduh bersiap menyebar ranjau laut.

Juru bicara Komando Pusat AS mengonfirmasi gempuran tersebut menyasar fasilitas strategis yang menjadi titik penempatan sistem roket. Langkah ini ditujukan untuk mengamankan jalur pelayaran komersial di kawasan perairan sensitif tersebut.

Mantan Direktur Urusan Semenanjung Arab di Departemen Pertahanan AS, David Des Roches, memberikan pandangannya mengenai langkah militer yang diambil Washington dalam menghadapi potensi ancaman di Selat Hormuz.

"Karakteristik serangan tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan Trump benar-benar melakukan apa yang dikatakannya, setelah mengklaim bahwa mereka melihat penempatan rudal yang mampu menanam ranjau laut," kata David Des Roches, Mantan Direktur Urusan Semenanjung Arab di Departemen Pertahanan AS.

Des Roches menilai target utama serangan militer Amerika Serikat mengarah pada alutsista artileri berat yang diposisikan Iran di area strategis perbatasan laut.

"Kemungkinan besar itu adalah Fajr-5," ujar David Des Roches.

Fajr-5 merupakan sistem peluncur roket ganda jarak jauh dengan diameter 333 milimeter dan daya jangkau hingga 75 kilometer. Kemampuan teknis ini memungkinkan roket menjangkau rute pelayaran internasional di selatan Selat Hormuz.

"Roket itu dapat menjangkau jalur-jalur laut di sana," kata David Des Roches.

Sejumlah kapal komersial netral kerap mengalihkan rute melewati perairan Oman demi menghindari potensi gangguan keamanan dari pihak Iran.

"Beberapa kapal melintasi perairan Oman untuk menghindari serangan Iran terhadap kapal-kapal sipil netral," kata David Des Roches.

Penempatan peluncur roket Fajr-5 dinilai berpotensi meningkatkan risiko keamanan dan mempersempit jalur aman kapal kapal di wilayah selatan.

"[Roket-roket Iran ini] ini berpotensi menanam ranjau di perairan tersebut. Jadi, hal itu akan mempersulit rute selatan," kata David Des Roches.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed