AS Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Iran Setelah Rudal Iran Dicegat
Amerika Serikat memulai serangan udara habis-habisan ke wilayah Iran sebagai balasan atas serangan rudal balistik Iran yang berhasil dicegat di Yordania, pada akhir Juli 2026, menurut laporan berbagai media.
Serangan militer yang berlangsung selama dua jam ini menargetkan puluhan lokasi di Iran, termasuk daerah pemukiman di Pulau Qeshm dan provinsi Bushehr yang menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir. Serangan ini menyebabkan tiga orang sekeluarga tewas dengan tambahan korban luka-luka, dilaporkan oleh kantor berita Fars mengutip pihak medis setempat.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan komitmennya untuk membalas serangan Iran dengan keras. "Kita akan menyerang mereka dengan keras. Mereka akan dihajar habis-habisan," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, menegaskan bahwa serangan udara dilakukan sebagai respons atas ancaman yang diterima pasukan AS.
Trump juga menyebut serangan udara AS dan Arab Saudi terhadap kelompok paramiliter pro-Iran di Irak dilaksanakan dengan koordinasi pemerintah Irak, menandakan operasi gabungan yang menyasar kelompok bersenjata yang dianggap bertanggung jawab atas serangan drone terhadap fasilitas minyak di Saudi timur.
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras serangan udara gabungan itu dengan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan Irak dan upaya memperluas konflik regional yang didalangi oleh Amerika Serikat dan Israel. "Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengutuk keras serangan agresif Amerika Serikat dan Arab Saudi di beberapa wilayah di Irak," kata pernyataan resmi kementerian.
Serangan ini juga menimbulkan korban di pihak kelompok bersenjata pro-Iran. Pasukan Mobilisasi Populer Irak melaporkan sedikitnya 20 petempur tewas dan 32 terluka akibat serangan gabungan tersebut.
Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan keberhasilannya menembak jatuh tiga pesawat tempur F-35 Amerika Serikat di Pangkalan Udara Azraq, Yordania. IRGC menyatakan serangan tersebut sebagai balasan atas serangan Amerika yang menghantam rumah penduduk di Iran selatan, termasuk Pulau Qeshm.
"Kami akan menghukum pihak agresor hari ini," ujar pernyataan resmi IRGC yang menyebutkan bahwa serangan rudal menghancurkan beberapa jet tempur dan menewaskan sejumlah perwira serta personel teknis AS di pangkalan tersebut.
Pernyataan IRGC juga menyinggung dukungan publik dari rakyat Yordania terhadap perjuangan mereka, sekaligus mengutuk tindakan militer AS yang menewaskan keluarga tak berdosa di Iran.
Serangan udara AS dan Arab Saudi di Irak terjadi di tengah peningkatan koordinasi milisi pro-Iran di kawasan Timur Tengah, khususnya antara kelompok Houthi Yaman dan milisi pro-Iran di Irak. Penilaian pemerintah Arab Saudi dan mitra regional menunjukkan operasi gabungan semakin erat dan berbahaya, dengan Irak menjadi basis strategis untuk melancarkan serangan ke negara-negara Teluk.
Menurut analis, hubungan dan pelatihan langsung antar anggota Poros Perlawanan meningkat, memperkuat kemampuan serangan bersama yang diawasi oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Seruan penarikan pasukan asing dari Yordania juga muncul dari lebih dari 130 tokoh politik dan masyarakat setempat yang menganggap kehadiran militer asing meningkatkan risiko keamanan dan politik Yordania, serta mendorong potensi keterlibatan dalam konflik regional yang tidak menguntungkan bagi negara tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow