AS Uji Loyalitas Sekutu NATO dan Tekan Iran Jelang Tenggat Gencatan Senjata

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Amerika Serikat menguji loyalitas anggota NATO dengan mengaitkan dukungan militer terhadap tingkat keselarasan kebijakan luar negeri mereka di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, sebagaimana dilaporkan Bloomberg pada Sabtu (15/8/2026).

Washington telah mendistribusikan dokumen berisi pertanyaan teknis kepada negara anggota NATO. Pertanyaan tersebut mencakup dukungan terbuka terhadap inisiatif kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah dan Belahan Bumi Barat, serta batasan operasional pangkalan militer AS di wilayah sekutu.

Tes loyalitas ini berlangsung di tengah tingginya ketegangan antara Washington dan sekutu Eropa. Trump berulang kali mengkritik anggota NATO yang dinilai hanya bergantung pada perlindungan militer AS tanpa memberikan kontribusi keuangan yang memadai bagi pertahanan bersama.

Di sisi lain, AS menerapkan pendekatan dua arah berupa tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan langkah tegas yang akan segera diambil terhadap Teheran.

"Kedua belah pihak telah menyampaikan persetujuan mereka kepada pihak penengah untuk memperpanjang tenggat waktu tersebut," ujar seorang sumber yang mengetahui proses mediation.

Pernyataan tersebut merujuk pada kesepakatan perpanjangan gencatan senjata 60 hari berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad antara AS dan Iran jelang tenggat 17 Agustus 2026, yang dimediasi oleh Pakistan sejak April dan ditandatangani pada 17 Juni.

"Namun, kedua pihak masih saling bertukar pesan untuk menentukan durasi perpanjangan tersebut," tambah sumber itu.

Perundingan akhir sempat terhenti akibat perbedaan pandangan mengenai jaminan keamanan serta kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Jalur strategis perdagangan energi dunia tersebut bahkan diancam Trump akan ditetapkan sebagai wilayah AS, sementara Iran bersiap menghadapi sanksi ekonomi tambahan yang lebih berat dari Menteri Keuangan Scott Bessent.

Eskalasi sempat memuncak antara 8 Juli dan 24 Juli saat militer AS menyerang target di dalam wilayah Iran. Teheran kemudian membalas dengan menggempur fasilitas militer AS di beberapa negara Arab, termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.

Di tengah dinamika global tersebut, insiden militer domestik juga menimpa Angkatan Darat AS. Sebuah helikopter tempur Apache AH-64E jatuh hingga menewaskan dua pilot di dalamnya, meski pihak berwenang setempat mengonfirmasi tidak ada korban warga sipil atau kerusakan struktur bangunan di darat.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed