Donald Trump Pertimbangkan Deklarasi Kemenangan Simbolis Atas Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan klaim kemenangan simbolis atas Iran jelang pemilihan paruh waktu Kongres, meskipun ketegangan militer dan negosiasi penghentian konflik masih menemui jalan buntu.
Koran Kayhan dengan mengutip jurnalis Channel 11 Israel Nathan Guttman memberitakan bahwa langkah politik tersebut dipertimbangkan Gedung Putih guna menjaga dukungan publik serta mempertahankan dominasi Partai Republik di parlemen.
Eskalasi militer yang berawal dari serangan udara AS dan Israel sejak 28 Februari 2026 telah berlangsung selama enam bulan, memakan biaya hingga 37,5 miliar dolar AS, serta menewaskan 18 prajurit Amerika Serikat dan ribuan warga Iran.
Meskipun dampak ekonomi akibat lonjakan harga bahan bakar berpotensi merugikan posisi politik pemerintah, Trump menilai operasi militer tersebut bukan sebagai perang terbuka melainkan sekadar konflik skala kecil.
"Banyak orang tidak menyebutnya perang. Saya menyebutnya konflik militer karena itu masalah kecil bagi kita. Itu bukan hal besar. Kita sudah menangani Venezuela, dan kita sudah menangani ini," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sesi wawancara di Oval Office pada Jumat untuk merespons keterangan Wakil Presiden JD Vance yang sebelumnya enggan menggunakan istilah perang.
"Kita mungkin akan menyerang Pickaxe segera. AS mengetahui semua orang yang bergerak di Pickaxe dan di seluruh Iran," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Rencana penyerangan ke kawasan Gunung Pickaxe ditujukan pada fasilitas terowongan bawah tanah di dekat lokasi pengayaan uranium Natanz, meskipun pemerintah Iran secara konsisten membantah adanya aktivitas nuklir di area tersebut.
"Apa yang telah kami lakukan sungguh luar biasa. Kami mengambil alih Venezuela dan pada dasarnya kami telah mengambil alih Iran," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Ketika dikonfirmasi mengenai jatuhnya korban jiwa dari pihak militer AS, Trump membandingkan eskalasi di Iran dengan rekam jejak operasi militer masa lalu di Vietnam dan Afghanistan.
"Saya rasa tidak penting apa sebutannya. Yang penting adalah fakta bahwa kita telah meraih keberhasilan besar. Kita telah menghentikan Iran memiliki senjata nuklir," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Trump juga mengklaim bahwa kepemimpinan Iran telah dilumpuhkan dan jalur perairan strategis Selat Hormuz telah berhasil dikuasai pihak Amerika Serikat.
"Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, karena jika mereka memilikinya, Anda mungkin tidak akan berdiri di sini hari ini," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Di sisi lain, pejabat pemerintahan AS memberikan pandangan berbeda terkait diplomasi nuklir serta penanganan infrastruktur militer Tehran dalam jangka panjang.
"Mungkin tidak ada kesepakatan nuklir. Mungkin caranya hanya dengan menghancurkan kemampuan mereka untuk melakukannya. Kesepakatan itu mungkin menunggu pemerintahan berikutnya di Iran. Kami benar-benar tidak tahu," kata Chris Wright, Menteri Energi Amerika Serikat.
Wright menyampaikan pandangan tersebut kepada ABC News pada Minggu saat memaparkan opsi penanganan program nuklir Iran jika negosiasi formal gagal dicapai.
"Anda harus menghancurkan kemampuan mereka untuk melakukannya. Mereka membangun infrastruktur rudal besar untuk memproduksi rudal, yang sekarang Anda lihat mereka tembakkan, tetapi mereka tidak memiliki kemampuan untuk membuat lebih banyak rudal," kata Chris Wright, Menteri Energi Amerika Serikat.
Terkait lalu lintas energi global, Wright mencatat bahwa pengiriman minyak melalui Selat Hormuz tetap berlanjut dengan rata-rata harian mencapai lebih dari 9 juta barel, serta total aliran minyak kawasan sebesar 13 juta hingga 14 juta barel per hari melalui jalur pipa alternatif.
Meskipun nota kesepahaman penghentian permusuhan telah ditandatangani pada Juni dengan mediasi Pakistan dan Qatar, kedua negara masih saling tuduh melanggar komitmen, sementara Teheran menegaskan Selat Hormuz belum sepenuhnya aman bagi pelayaran komersial.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow