Dokter Jelaskan Asupan Makanan untuk Hadapi Dampak Abu Vulkanik
Partikel abu vulkanik berukuran sangat kecil berisiko terhirup serta memicu iritasi pada saluran pernapasan. Paparan dalam jangka waktu lama berpotensi mengganggu kesehatan tubuh secara umum.
Guna membantu tubuh mengatasi dampak tersebut, asupan gizi yang tepat dapat mendukung mekanisme pertahanan internal. Informasi ini dilansir dari Detik Health berdasarkan penjelasan ahli gizi.
Spesialis gizi klinik dr Raissa E. Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM, memaparkan bahwa nutrisi tertentu dapat membantu meredakan respons inflamasi serta stres oksidatif. Namun, ia menegaskan tidak ada jenis bahan pangan yang mampu membersihkan partikel abu dari paru-paru secara langsung.
"Abu vulkanik mengandung partikel-partikel kecil yang ketika terhirup dapat mengirritasi saluran napas dan memicu stres oksidatif serta respons inflamasi," kata dr Raissa.
Langkah penanganan dari aspek nutrisi dapat dilakukan dengan mengonsumsi buah dan sayur kaya antioksidan. Konsumsi disarankan mencakup jeruk, kiwi, jambu biji, pepaya, tomat, paprika, brokoli, serta sayuran hijau yang kaya akan vitamin C dan karotenoid.
"Perbanyak buah dan sayuran yang berwarna-warni, seperti jeruk, kiwi, jambu biji, pepaya, tomat, paprika, brokoli, sampai sayuran hijau yang mengandung vitamin C, karotenoid, dan berbagai antioksidan," kata dr Raissa.
Asupan vitamin E juga disarankan untuk menambah perlindungan tubuh. Bahan pangan seperti kacang almond, aneka biji-bijian, serta buah alpukat menjadi opsi sumber nutrisi tersebut.
"Vitamin E merupakan antioksidan yang banyak diteliti kaitannya terhadap stres oksidatif," kata dr Raissa.
Selain sayur dan buah, lemak sehat mengandung omega-3 turut direkomendasikan. Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel menyediakan asam lemak EPA dan DHA yang bekerja menurunkan tingkat peradangan.
Tingkat hidrasi tubuh juga wajib dijaga melalui pemenuhan kebutuhan cairan harian agar kesehatan mukosa tetap optimal. Kendati demikian, konsumsi air putih tidak bertindak sebagai pembersih abu yang terhirup.
"Tapi ingat, minum banyak air bukan berarti abu yang sudah masuk akan tercuci," tutur dr Raissa.
Faktor keamanan pangan menjadi poin krusial yang perlu diperhatikan. Seluruh bahan makanan dan pasokan air bersih wajib dilindungi agar tidak terkontaminasi oleh paparan abu vulkanik secara langsung.
"Jadi, bukan cari makanan detoks paru, tapi fokuslah pada makanan bergizi seimbang yang kaya akan buah, sayur, sumber lemak sehat, dan juga protein, sambil mengurangi paparan abu itu sendiri," tambahnya.
Pembatasan aktivitas di luar ruangan tetap menjadi tindakan pencegahan yang utama. Penggunaan masker yang memadai sangat dianjurkan apabila keadaan memaksa seseorang untuk beraktivitas di luar rumah.
"Jangan lupa juga untuk menggunakan masker yang sesuai saat harus keluar rumah," pungkas dr Raissa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow