Batasi Konsumsi Makanan Ini untuk Jaga Kesehatan Jantung
Menjaga kesehatan jantung tidak hanya soal menambah asupan makanan sehat, tapi juga mengenali makanan yang bisa membahayakan jantung. Beberapa jenis makanan tinggi natrium, lemak jenuh, karbohidrat olahan, dan gula tambahan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung jika sering dikonsumsi.
Salah satu yang perlu dibatasi adalah daging olahan seperti sosis dan hot dog. Konsumsi rutin daging ini dapat menyulitkan pengaturan tekanan darah dan kolesterol LDL, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung melalui penumpukan plak di arteri.
"Daging-daging tersebut sering kali tinggi natrium dan lemak jenuh, yang keduanya dapat menurunkan kesehatan jantung seiring waktu," ujar ahli gizi Serena Pratt, MS, RDN. Penelitian juga menghubungkan konsumsi daging olahan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular secara dosis-bergantung.
Minuman manis seperti soda, teh manis, dan minuman energi juga berpotensi merusak jantung. Kandungan gula tambahan yang tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah, resistensi insulin, dan penumpukan lemak visceral yang memicu peradangan.
American Heart Association merekomendasikan pembatasan gula tambahan tidak lebih dari 6 persen dari total kalori harian, yaitu sekitar 25 gram untuk wanita dan 36 gram untuk pria. Sebagai perbandingan, satu kaleng cola 12 ons mengandung sekitar 37 gram gula.
Burger cepat saji termasuk makanan yang perlu diperhatikan karena mengandung lemak jenuh, natrium, dan karbohidrat olahan. Patty daging sapi dan keju tinggi lemak jenuh, roti dibuat dari karbohidrat olahan, serta saus tinggi natrium merupakan kombinasi yang dapat merugikan kesehatan jantung.
Konsumsi kalori yang berlebihan dari burger cepat saji juga berkontribusi pada kenaikan berat badan dan penumpukan lemak berbahaya. Namun, mengonsumsi sesekali tidak menjadi masalah besar selama tidak menggantikan makanan sehat seperti kacang-kacangan, ikan, sayur, dan biji-bijian utuh.
Makanan manis seperti donat dan pastry juga berisiko karena dibuat dari tepung olahan yang rendah serat dan tinggi karbohidrat sederhana. Selain itu, kandungan lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dan risiko penyakit jantung.
Ramen atau mi instan menjadi perhatian utama karena kadar natriumnya yang sangat tinggi, bisa mencapai 1.860 mg per kemasan, yaitu sekitar 80 persen dari batas harian natrium yang direkomendasikan sebesar 2.300 mg.
Kelebihan natrium dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, faktor utama penyakit jantung dan stroke. Mi instan juga biasanya digoreng, menambah kandungan lemak tidak sehat. Mengurangi jumlah bumbu, menambahkan protein tanpa lemak, dan sayuran segar dapat membuat mi instan lebih ramah bagi kesehatan jantung.
Informasi ini dikutip dari Detik Health yang menyampaikan pentingnya membatasi konsumsi lima jenis makanan berisiko demi menjaga kesehatan jantung secara optimal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow