Badai Musim Dingin Menyebabkan Gurun Atacama Diselimuti Salju
Serangkaian badai musim dingin pada Agustus 2026 melanda Chile bagian utara dan menyelimuti Gurun Atacama dengan salju tebal dari Pegunungan Andes hingga mendekati pesisir Samudra Pasifik akibat perubahan pola atmosfer global.
Fenomena presipitasi langka ini tercatat melalui citra satelit Landsat 8, Landsat 9, dan Terra milik NASA. Rekaman satelit memperlihatkan perubahan dramatis kondisi wilayah gersang tersebut pada pertengahan Agustus 2026.
Selain menurunkan salju, fenomena cuaca ekstrem ini memicu hujan deras di sejumlah kawasan pesisir. Di Kota Taltal, curah hujan mencatat angka hampir 40 milimeter hanya dalam kurun waktu tiga hari.
Ilmuwan atmosfer dari University of Chile, René Garreaud, memberikan penjelasan terkait lonjakan volume air yang terjadi di wilayah pesisir tersebut.
"Kita hanya melihat kejadian seperti ini beberapa kali, kalaupun ada, dalam satu dekade," kata René Garreaud, Ilmuwan Atmosfer University of Chile.
Volume curah hujan di Taltal tersebut melonjak hingga sepuluh kali lipat dari rata-rata tahunan. Pembentukan sistem tekanan rendah terisolasi atau cutoff low di Belahan Bumi Selatan menjadi pemicu masuknya pasokan udara lembap ke wilayah superkering ini.
Penguatan fenomena El Niño turut melemahkan sistem tekanan tinggi subtropis Pasifik yang biasanya menjaga Atacama tetap kering. Kondisi ini menggeser jalur badai lebih dekat ke garis khatulistiwa dan membawa cuaca buruk ke Chile utara.
Dampak cuaca ekstrem juga memaksa observatorium radio Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) di Dataran Tinggi Chajnantor menghentikan operasional sementara. Pihak pengelola mengubah konfigurasi antena ke mode perlindungan guna menghindari kerusakan dari terpaan angin kencang serta salju tebal.
Bencana banjir bandang dan aliran lumpur menyertai hujan lebat di kawasan pemukiman. Badan Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Chile (SENAPRED) mengonfirmasi ribuan penduduk terdampak dan ratusan unit rumah mengalami kerusakan berat.
Usai terpaan cuaca ekstrem tersebut, fenomena alam Desierto Florido atau gurun berbunga mulai terlihat di beberapa bagian Atacama. Hamparan bunga bermekaran diprediksi menjadi salah satu yang terluas dalam beberapa tahun terakhir.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow